Sekretaris Daerah Jateng Sumarno Ingatkan Pentingnya Kebersamaan di Tahun Politik
Sumarno dalam perayaan Pertempuran Lima Hari

Sekretaris Daerah Jateng Sumarno Ingatkan Pentingnya Kebersamaan di Tahun Politik

JAKARTA (Pojokjateng.com) – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menghadiri Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang, yang berlangsung di Tugu Muda, Kota Semarang, pada Sabtu malam tanggal (14/10). Dalam acara tersebut, Sumarno mengingatkan semua pihak untuk menjaga kebersamaan dan gotong royong menjelang tahun politik. Dia menekankan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban sangat penting dalam menyambut pesta demokrasi tahun depan.

“Di tahun-tahun politik ini yang jauh lebih penting adalah keguyuban,” ucap Sumarno.

Sumarno menyatakan bahwa di tengah tahun-tahun politik, hal yang paling penting adalah menjaga persatuan dan kebersamaan. Oleh karena itu, segala sesuatu yang berpotensi mengancam persatuan dan kedamaian harus dihindari. Meskipun ada perbedaan pendapat, nilai persatuan yang diperlihatkan oleh para pahlawan harus dijunjung tinggi.

Baca Juga:  Sumarno: Perjalanan Karir Gemilang dari Auditor Muda hingga Sekda Jawa Tengah

“Hiruk pikuk itu ada, tapi nilai persatuan yang dicontohkan para pahlawan itu, harus benar-benar diterapkan,” imbuh Sumarno.

Menurut Sumarno, peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang menjadi kesempatan untuk mengenang serta menerapkan nilai-nilai perjuangan, semangat gotong royong, dan kebersamaan untuk menciptakan masyarakat yang adil dan damai. Dia juga mengungkapkan pentingnya menerapkan nilai-nilai kepahlawanan dalam konteks perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan, bukan lagi melawan penjajah.

“Tentu saja yang jauh lebih penting, adalah nilai-nilai kepahlawanan itu bisa diimplementasikan sekarang,” ujar Sumarno.

Selama acara tersebut, Sekda Sumarno juga membacakan pesan dari Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, di hadapan peserta upacara dan ribuan orang yang menghadiri acara di Tugu Muda Kota Semarang. Nana Sudjana menekankan bahwa Pertempuran Lima Hari di Semarang adalah peristiwa bersejarah yang menandai perjuangan warga Semarang dan seluruh Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa tersebut terjadi pada 14-18 Oktober 1945, di mana para pahlawan bersatu untuk memperjuangkan kemerdekaan dari penjajah Jepang. Semangat perjuangan ini harus dijaga, dan kebersamaan serta gotong royong adalah dasar yang kuat bagi masyarakat yang adil dan damai.

Baca Juga: Saat Wali Kota Semarang Tak Sungkan Mencoba Camilan Dari Bahan Bekatul: Enak Juga

“Semangat ini harus tetap kita jaga. Kebersamaan dan gotong royong adalah landasan yang kokoh, bagi masyarakat yang adil dan damai,” kata Nana.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, juga menegaskan bahwa perjuangan saat ini adalah menciptakan masyarakat yang sejahtera dan mencapai cita-cita Indonesia Emas pada tahun 2045. Dia mendorong seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk bersatu dalam menyelesaikan berbagai masalah dalam masyarakat.

“Untuk itu seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, harus bersama bersatu, menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di masyarakat,” ujar Ita.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *