Dorong Kemandirian Desa, Ferry Wawan Cahyono Nilai Program BUMDes Banjarnegara Layak Jadi Contoh Daerah Lain

SEMARANG (Pojokjateng.com) – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, memberikan apresiasi tinggi atas langkah progresif yang diambil oleh Bupati Banjarnegara, dr Amalia Desiana, dalam mendorong penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pilar pembangunan ekonomi desa.

Ferry menilai kebijakan dan program Bupati Amalia yang fokus pada pemetaan potensi lokal dan pendampingan intensif terhadap BUMDes merupakan langkah visioner yang sangat tepat dalam menjawab tantangan perekonomian pedesaan.

“Saya sangat mengapresiasi komitmen Bupati Banjarnegara yang tidak hanya memberikan arahan strategis, tetapi juga hadir langsung dalam mendampingi dan menguatkan kapasitas desa dalam mengelola BUMDes. Ini bentuk kepemimpinan yang transformatif dan berpihak pada rakyat,” ujar Ferry, Sabtu (18/5).

Baca Juga:  Rapimda 2025, Pijakan MKGR Jateng untuk Teguhkan Dukungan kepada Golkar

Ferry menambahkan, inisiatif Pemkab Banjarnegara dalam menyelenggarakan Workshop Tata Kelola BUMDes dengan melibatkan 266 desa adalah contoh nyata bagaimana pemerintah daerah dapat mengambil peran sebagai fasilitator pembangunan yang partisipatif dan berbasis potensi lokal.

Menurutnya, sinergi antara BUMDes dan koperasi desa yang akan segera dibentuk merupakan formula tepat untuk membangun ekosistem ekonomi desa yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.

“Kolaborasi antara BUMDes dan koperasi desa akan memperluas jangkauan usaha, memperkuat permodalan, dan membuka lapangan kerja di tingkat lokal. Inilah cara kita membangun kemandirian desa secara konkret,” lanjutnya.

Baca Juga:  44 Tahun Berkarya, Prodi Bedah FK UNDIP Perkuat Pelayanan Kesehatan Nusantara

Ferry juga menekankan pentingnya keberlanjutan dan inovasi dalam pengelolaan BUMDes. Ia mendorong agar setiap desa tidak hanya fokus pada satu jenis usaha, namun mampu melakukan diversifikasi bisnis sesuai dengan keunggulan masing-masing.

“Kunci sukses BUMDes adalah inovasi, tata kelola yang baik, serta SDM yang kompeten. Oleh karena itu, best practice yang dibagikan dalam workshop harus dimanfaatkan dengan maksimal,” tegasnya.

Pihaknya berharap program-program seperti ini bisa direplikasi di kabupaten/kota lain di Jawa Tengah, mengingat pentingnya BUMDes dalam mendukung agenda pembangunan daerah dan nasional, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD).

Baca Juga:  Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-97 di Semarang, Kajati Siswanto Tekankan Integritas dan Semangat Persatuan

“Langkah yang dilakukan Bupati Amalia patut menjadi contoh. Ini bukan hanya tentang Banjarnegara, tetapi juga tentang masa depan desa-desa di Indonesia,” pungkas Ferry.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *