Digitalisasi UMKM Tak Lagi Sulit: Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Hadirkan Solusi Praktis di Srondol Wetan

Mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) yang tergabung dalam Tim MBKM Internal mengadakan seminar bertajuk “Dari Produk ke Konten: Strategi UMKM Menembus Pasar Lewat Media Digital” di Balai Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (26/6) dan dihadiri oleh 42 peserta dari berbagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Srondol Wetan. Acara ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat dalam rangka pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digagas oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi USM.

Baca Juga:  Sekretaris Daerah Jateng Sumarno Ingatkan Pentingnya Kebersamaan di Tahun Politik

Adanya strategi digital sangat diperlukan karena sulitnya lowongan pekerjaan dan perdagangan online sudah semakin meningkat, maka dari itu bapak ibu perlu adanya edukasi mengenai promosi produk lewat sebuah konten Ujar Lurah Srondol Wetan, Bapak Poerwa Kasmanto Adi, S.I.P

Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari sesi tanya jawab yang interaktif serta testimoni dari beberapa peserta. “Seminar ini sangat bermanfaat, terutama bagi kami yang belum terlalu memahami strategi digital. Sekarang saya tahu bagaimana membuat konten yang menarik dan bagaimana menjual produk lewat media sosial,” ujar salah satu peserta.

Baca Juga:  Intervensi Cegah Stunting di Jawa Tengah Capai 1.428.700 Anak Balita

Dalam pelatihan tersebut, warga dikenalkan pada pemanfaatan berbagai platform seperti TikTok Shop melalui sistem afiliasi atau yang dikenal dengan keranjang kuning, Instagram Reels, WhatsApp Bisnis, hingga Facebook. Selain itu, Ayang Fitrianti S.S., M.I.Kom selaku narasumber juga membagikan tips penggunaan jasa pengiriman seperti Paxel Express yang dinilai efisien untuk UMKM pemula.

Selain itu, Ibu Tika Ristia Djaya, S.I.Kom., M.I.Kom., selaku dosen pembimbing lapangan menyebutkan pendekatan yang digunakan para mahasiswa MBKM tak hanya memperkuat sisi promosi digital, tetapi juga membangun kepercayaan pelaku UMKM terhadap pasar daring. Inisiatif ini membuktikan bahwa digitalisasi bukan hal yang sulit jika didampingi dengan metode yang tepat dan berkelanjutan.

Baca Juga:  The Iftar Table Nusantara at Kotta Hotel Semarang: A Heartwarming Ramadan Celebration with Exceptional Enthusiasm

Program ini disambut antusias oleh warga Srondol Wetan, terutama para pelaku UMKM berskala rumahan yang selama ini mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Ketua pelaksana kegiatan Gigih Prakusya mengatakan “Kolaborasi antara kampus dan kelurahan ini diharapkan terus berlanjut sebagai bentuk dukungan nyata dalam pemberdayaan ekonomi lokal.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *