Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu membagikan buku bacaan bagi anak-anak saat menghadiri pada Bulan Bhakti Karang Taruna (BBKT) di Lapangan Sepak Bola Pedalangan, Banyumanik, Kota Semarang, baru-baru ini.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu membagikan buku bacaan bagi anak-anak saat menghadiri pada Bulan Bhakti Karang Taruna (BBKT) di Lapangan Sepak Bola Pedalangan, Banyumanik, Kota Semarang, baru-baru ini.

Dengarkan Masukan Anak Muda, Mbak Ita : Kelak Mereka Akan Menentukan Masa Depan Bangsa

SEMARANG (Pojokjateng.com) – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengaku selalu membuka ruang diskusi, dialog, dan komunikasi kepada generasi Z (rentang usia 11-26 tahun) dalam upaya membangun Kota Semarang. Dan akhir-akhir ini, Mbak Ita, sapaan akrabnya mengaku juga rutin diundang berdiskusi, hingga menjadi pembicara pada acara yang digelar para kawula muda, khususnya pelajar dan mahasiswa.

“Saya hampir tiap hari ada kegiatan-kegiatan dialog dan diskusi dengan mahasiswa, dari SMA, dan organisasi kepemudaan. Saya senang, karena mendapat masukan dari mereka,” kata Mbak Ita, baru-baru ini.

Mbak Ita sadar betul, akan pentingnya melibatkan generasi muda dalam proses pembangunan Kota Semarang. Apalagi generasi muda merupakan masa depan bangsa Indonesia, dan merekalah yang akan memegang tampuk kepemimpinan Indonesia di masa depan.

“Jadi kita sudah mulai berpikir apa yang harus kita bekalkan kepada generasi post milenial yang kelak akan menentukan masa depan bangsa ini, maju tidaknya bangsa, menentukan utuhnya bangsa ini. Kami di Pemkot Semarang berusaha untuk memberikan ruang komunikasi dengan mereka,” tegasnya.

Awalnya, Mbak Ita tak menyangka bakal intens bersinggungan dengan generasi yang secara usia terpaut jauh dengan dirinya itu. Mbak Ita mengakui, awalnya kesulitan menerapkan metode komunikasi dengan mereka yang kini duduk di bangku sekolah menengah atas dan perguruan tinggi itu. Namun, dia menyebut, sebagai pucuk pimpinan di Kota Semarang wajib memberi ruang dan fasilitas kepada generasi muda untuk berinovasi, berkarya, hingga mengembangkan diri demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa.

Dan kini, Mbak Ita mulai memahami konsep berpikir generasi milenial dan generasi Z, yang memang lebih memililiki sikap keterbukaan tinggi terhadap informasi ataupun hal-hal baru yang belum mereka ketahui. Dua kelompok generasi ini juga memiliki rasa penasaran terhadap topik terkait sains dan teknologi.

“Mereka ini lebih banyak jumlahnya, mendominasi dari se-usia saya. Dan sekarang sudah banyak pemuda yang sadar mereka ini adalah harapan bangsa,” katanya.

Wali Kota perempuan pertama di kota Semarang ini berujar generasi muda adalah harapan masa depan bangsa. Dia menitipkan harapan di tangan mereka, agar inovasi dapat berlipat ganda.

Seperti diketahui, belum lama ini Wali Kota Semarang mengisi kuliah umum dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Batch III. Dia memaparkan tentang Modul Nusantara “Perempuan Pertama Wali Kota Semarang”.

Kemudian, selain menghadiri BBKT bertajuk ‘Terus Berkarya untuk Kemajuan Bangsa’, juga diundang Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) dalam Hari Kesehatan Nasional 2023 yang mengusung tema “Think Critically Solve Problem in Healthy Livestyle”. Juga ada beberapa kegiatan lain seperti bersama siswa SMA/SMK dan mahasiswa se-Jawa Tengah dalam penyerahan piala Lomba Gerak Jalan Kirab Merah Putih di Hari Pahlawan, Pengabdian Masyarakat CAMP 2023 yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, dan ikut memeriahkan Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) di SMKN 7 Semarang, serta hadir dalam Pelatihan Ketrampilan dan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (PKMMTM) 2023 yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *