Aktivisme Impulsif Cara Yuswinardi Bangun Ekosistem Sastra Sekaligus Jalan Keluar dari Kebosanan

SEMARANG (Pojokjateng.com) – Buah Tangan #34 menyajikan Yuswinardi dari Kultur Jaringan sebagai pembicara utama dan Adiyat Jat dari Ok Karaoke sebagai pembicara pendukung di Grobak Art Kos, Bendan Ngisor, Gajah Mungkur pada Senin (22/04/2024). Pengalaman aktivisme di empat kota yang dijelajahi oleh kolektif Hysteria dalam acara “Kembara Brebes, Tegal, Cepu, Blora” (Aktivisme Impulsif Takkan Mati).

Diskusi ini memusatkan perhatian pada upaya Yuswinardi dalam membangun ekosistem sastra di empat kota tersebut. Ia menggunakan ruang-ruang kecil seperti warung kopi untuk menggalang minat sastra di kota-kota kecil dan pinggiran.

“Aku chattingan dengan orang Tegal yang menggiati zine. sekarang berfikir membuat ini bukan untuk diri sendiri, tetapi keinginan untuk mengembangkan mereka tanpa harus memikirkan massa. Di cepu ada beberapa teman yang membuat buku tetapi hanya dijual ke teman, hal itu membuat aku ingin mengompori untuk memberi ruang untuk orang lain.” Ucap Yus.

Memulai dari kebosanan di rumah, Yus mencoba membangun ekosistem sastra di kotanya. Aktivisme impulsif menjadi jalan keluar dari kebosanan dan rasa hampa di rumahnya. Meskipun tidak menghasilkan secara ekonomi, Yuswinardi tidak merasa bosan melakukan aktivisme, malah ia justru mengembangkannya di kota lain untuk sekaligus membangun jejaring pertemanan di dunia sastra.

Menurut Adin, sebagai direktur kolektif Hysteria, apa yang dilakukan Yuswinardi mungkin terlihat seperti perilaku orang gila bagi beberapa orang, tapi menurutnya, hal ini justru dapat mencegah seseorang dari kemungkinan stres dan kegilaan.

“Ada orang yang kepalanya itu penuh dengan gagasan, dan ide. Jika tidak disalurkan lewat aktivisme, seseorang bisa stres dan gila”, ucap Adin.

Buah Tangan merupakan forum inspirasi dan berbagi antara masyarakat umum dan para seniman yang diprakarsai secara khusus oleh Hysteria. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Hysteria sebagai bagian dari event strategis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui dana hibah Dana Indonesiana.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *