Rayakan HUT RS Unimus, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak Gratis untuk Warga Kurang Mampu

SEMARANG (Pojokjateng.com) – Di tengah upaya membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan kembali penglihatan mereka, terselip pesan mendalam dari Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengenai arti kebermanfaatan, kesehatan, dan edukasi publik.

Irwan menegaskan misi sosial telah menjadi identitas kuat perusahaannya. Baginya, kepedulian bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari perjalanan panjang Sido Muncul.

“Kami selalu bergerak cepat. Prinsip saya, hidup itu harus memberi manfaat. Selama mampu, kami akan terus membantu,” ujar dia saat Bakti Sosial (Baksos) Operasi Katarak Gratis, Kerjasama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Jawa Tengah dan Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Semarang (RS Unimus), ratusan warga kurang mampu menjalani operasi katarak gratis pada Sabtu, (6/12).

Sejak program operasi katarak ini dimulai pada 2011, dukungan Sido Muncul telah menembus lebih dari 56.000 tindakan operasi. Angka tersebut terus bertambah seiring meningkatnya permintaan dari masyarakat.

Irwan menjelaskan bahwa kebutuhan operasi katarak tak pernah surut. “Setiap tahun diperkirakan ada 300.000 kasus katarak baru. Program seperti ini tidak akan selesai karena jumlah pasien terus bertambah. Kami hadir mengisi kekosongan itu,” katanya.

Baca Juga:  Waket DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono Dorong Peningkatan Kesadaran Masyarakat untuk Suasana Kondusif

Baksos yang dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang juga Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti dan Rektor UNIMUS Prof. Dr. Masrukhi, Irwan menyinggung pentingnya kesadaran masyarakat terhadap BPJS Kesehatan. Ia masih menemukan banyak warga yang menghadapi kendala administratif, tidak disiplin membayar iuran, atau bahkan belum terdaftar.

“Kadang orang lupa bayar atau tidak mendaftar. Padahal aksesnya sangat penting,” tegasnya.

Melalui program operasi katarak gratis ini, Sido Muncul berupaya hadir sebagai jembatan bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan tepat waktu.

Irwan menuturkan baksos ini, bukan hanya bermanfaat bagi pasien, tetapi juga memberikan pengalaman sangat berharga bagi para dokter residen yang membutuhkan jam terbang tindakan medis. Kolaborasi dengan rumah sakit dan fakultas kedokteran, menurutnya, memperkuat kualitas pendidikan calon dokter Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Irwan juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada rumah sakit mitra dan menyampaikan komitmen Sido Muncul untuk memperluas kerja sama dengan berbagai pihak. “Saya bersyukur bisa bertemu Pak Menteri. Kami juga akan berbagi pengalaman dengan Universitas Muhammadiyah. Akan banyak kerja sama baru, termasuk di bidang herbal,” ujarnya.

Baca Juga:  DPC PKB Wonosobo Gugat Lukman Edy dengan Tuduhan Pencemaran

Literasi Herbal Berbasis Riset

Selain misi sosial, Irwan membawa visi besar untuk meningkatkan literasi herbal. Ia menilai bahwa pemahaman masyarakat mengenai jamu harus dilandasi riset ilmiah, bukan hanya pengalaman turun-temurun.

“Kami mengumpulkan jurnal-jurnal penelitian dari peneliti di Indonesia. Tim riset kami menyusun kajian per bahan herbal—kunyit, temulawak, daun dewa, dan lainnya. Nanti masyarakat bisa melihat sendiri manfaat herbal berdasarkan penelitian,” jelasnya.

Irwan membayangkan sebuah sistem informasi yang memungkinkan masyarakat mencari keluhan kesehatan tertentu, lalu menemukan herbal yang relevan berdasarkan data ilmiah. Prinsipnya jelas: pengetahuan herbal harus akurat dan dapat dipercaya.

“Tidak harus beli produk saya. Bisa beli di pasar atau dari perusahaan mana pun. Yang penting pengetahuan yang benar,” katanya.

Ia menegaskan bahwa herbal harus ditempatkan sebagai pendamping pengobatan medis, bukan pengganti. “Kami sadar keterbatasan. Herbal bukan obat mujarab untuk penyakit berat seperti kanker. Tapi untuk keluhan ringan atau menjaga kesehatan, kami punya dasar yang kuat,” ujarnya.

Baca Juga:  Per 1 Februari 2025 KAI Berlakukan Gapeka 2025, Daop 4 Semarang Operasikan 2 KA Baru dan 4 Tambahan Perjalanan KA Reguler

Dalam penjelasannya, Irwan kerap merujuk pada nilai-nilai kedokteran, khususnya ajaran Hippocrates. Ia mengaku memegang tiga sumpah yakni, menghormati guru, menghargai kehidupan, dan menyadari keterbatasan.

“Produk kami tidak boleh melukai konsumen. Keluarga saya sendiri yang pertama mengonsumsi,” ucapnya.

Di tengah kesederhanaan suasana bakti sosial, pesan Irwan menegaskan bahwa perhatian pada sesama tidak membutuhkan alasan besar. Yang dibutuhkan hanya kemauan untuk bergerak dan memberi manfaat.

Operasi katarak gratis ini tidak sekadar mengembalikan penglihatan fisik para pasien—tetapi juga memulihkan harapan, martabat, dan kualitas hidup mereka. Dan di balik itu, Sido Muncul terus menjaga api kepedulian yang telah diwariskan sejak lama.

Sebuah bukti bahwa ketika bisnis, kemanusiaan, dan ilmu pengetahuan berjalan beriringan, manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.***

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *