Belajar dari Alam, Siswa SMP Cokroaminoto Kenali Budidaya Lebah dan Pentingnya Konservasi

BANJARNEGARA (Pojokjateng.com) – Mengisi akhir pekan setelah menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), siswa yang tergabung dalam Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (SEPMI) Komisariat SMP Cokroaminoto Banjarmangu mengikuti edukasi budidaya lebah madu di Kampung Literasi Konservasi Kayunan, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi media pembelajaran luar kelas yang memadukan edukasi lingkungan, konservasi, serta pengenalan kewirausahaan berbasis potensi lokal.

Selama kegiatan, para siswa dikenalkan dengan berbagai jenis lebah madu, cara membedakan koloni, teknik perawatan, hingga proses panen madu. Mereka juga berkesempatan melihat langsung rumah-rumah lebah dan memahami pentingnya menjaga habitat alami agar populasi lebah tetap lestari.

Tak hanya mempelajari teknik budidaya, peserta juga mendapat edukasi mengenai peran penting lebah sebagai penyerbuk alami yang mendukung keseimbangan ekosistem dan produktivitas pertanian.

Baca Juga:  KA Sancaka Utara Resmi Beroperasi Lagi, Relasi Diperpanjang Sampai Cilacap

Melalui pengalaman tersebut, siswa diajak memahami bahwa menjaga kelestarian lingkungan berarti turut menjaga keberlangsungan kehidupan berbagai makhluk hidup yang memberikan manfaat bagi manusia.

Wakil Kepala SMP Cokroaminoto Banjarmangu Bidang Kesiswaan, Fatimah Nur Isnaini, mengatakan kegiatan belajar di alam terbuka mampu memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi peserta didik.

“Kami ingin siswa belajar langsung dari alam. Melalui kegiatan seperti ini mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga belajar mencintai lingkungan, menghargai proses, serta mengenali potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi peluang di masa depan,” ujarnya.

Ketua SEPMI Komisariat SMP Cokroaminoto Banjarmangu, Numaira Ndalu Cahyani, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, melihat langsung proses budidaya lebah madu menjadi pengalaman baru yang menambah wawasan.

Baca Juga:  Inovasi Kuliner Baru, Sop Buntut Borobudur Jadi Andalan Terbaru Hotel Ciputra Semarang

“Saya baru tahu kalau lebah memiliki peran yang sangat besar bagi lingkungan dan pertanian. Ternyata beternak lebah juga membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Kegiatannya seru dan menambah wawasan,” katanya.

Sementara itu, Pegiat Konservasi Lembah Maliu, Khairil Anwar, menegaskan bahwa keberadaan lebah madu memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan alam.

“Lebah bukan hanya menghasilkan madu, tetapi juga menjadi penyerbuk alami bagi berbagai jenis tanaman. Keberadaan lebah sangat bergantung pada lingkungan yang sehat. Karena itu, menjaga hutan, menanam pohon, dan melestarikan keanekaragaman hayati merupakan langkah nyata untuk menjaga keberlangsungan kehidupan lebah sekaligus mendukung ketahanan pangan. Kami berharap para siswa tumbuh menjadi generasi yang mencintai alam dan memiliki kepedulian terhadap upaya konservasi sejak dini,” jelasnya.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono Serahkan Mesin Kopi, Dorong Pertumbuhan UMKM Kabupaten Kebumen

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Siswa aktif berdiskusi, mengamati aktivitas koloni lebah, hingga mencicipi madu hasil panen.

Melalui kegiatan edukatif ini, SEPMI Komisariat SMP Cokroaminoto Banjarmangu berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang peduli lingkungan, kreatif, serta mampu melihat potensi lokal sebagai peluang yang bernilai bagi masa depan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *