PPK Ormawa Kamadiksi UDINUS Hidupkan Kembali KWT Berkah Makmur, Dorong Ketahanan Pangan Warga Kedungdowo
KENDAL (Pojokjateng.com) — Lahan yang sebelumnya sempat tidak aktif kini kembali dihidupkan. Bukan sekadar menjadi tempat bercocok tanam, lahan tersebut mulai dikembangkan sebagai ruang belajar dan pemberdayaan masyarakat melalui Pojok Literasi Tani Jaya, sebuah program yang diinisiasi oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Komunitas KAMADIKSI Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS).
Program ini mendorong pengaktifan kembali Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Makmur di Dusun Kedungdowo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, yang sebelumnya pernah aktif namun seiring berjalannya waktu mengalami kevakuman.
Pengaktifan kembali KWT Berkah Makmur secara resmi dilakukan, Pada (26/8/2026). Peresmian tersebut dihadiri oleh Kepala Desa, Camat Boja, perwakilan Kemahasiswaan Universitas Dian Nuswantoro, serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Boja.
Momentum tersebut menjadi langkah awal untuk mengembalikan fungsi lahan sebagai ruang produktif sekaligus membangun kembali semangat masyarakat untuk mengelola potensi pertanian secara bersama.

Dari Lahan Vakum Menjadi Ruang Belajar
Melalui Pojok Literasi Tani Jaya, Tim PPK Ormawa KAMADIKSI tidak hanya mendorong masyarakat untuk kembali menanam, tetapi juga menjadikan proses bertani sebagai sarana pembelajaran.
Kegiatan dilakukan melalui pendekatan belajar sambil praktik, sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapan pengelolaan lahan.
Rangkaian kegiatan dimulai dari sosialisasi budidaya pisang dan kedelai, pengolahan lahan, pemupukan, penanaman, hingga perawatan dan monitoring pertumbuhan tanaman. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan anggota KWT dalam mengelola lahan secara mandiri.
Pengembangan demplot diarahkan pada komoditas pisang dan kedelai, serta tanaman ketahanan pangan dan hortikultura lainnya seperti tomat, terong, cabai, dan berbagai sayuran.
Dengan keberagaman komoditas tersebut, lahan demplot diharapkan tidak hanya menjadi tempat produksi tanaman, tetapi juga menjadi media pembelajaran masyarakat mengenai pemanfaatan lahan dan pengembangan potensi pertanian lokal.
Menggandeng Penyuluh Pertanian
Dalam prosesnya, Tim PPK Ormawa KAMADIKSI UDINUS menggandeng Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Boja sebagai mitra pendamping. Kolaborasi juga didukung oleh Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal.
Keterlibatan penyuluh pertanian menjadi bagian penting dalam memastikan proses budidaya yang dilakukan masyarakat berjalan sesuai tahapan pertanian yang tepat.
Kepala BPP Kecamatan Boja, Apriyanto, berperan sebagai pengarah dalam pelaksanaan program. Sementara Nurdiyanto, S.Tr.P., yang akrab disapa Mas Nur, terlibat langsung sebagai pendamping sekaligus eksekutor di lapangan bersama Tim PPK Ormawa KAMADIKSI dan masyarakat.
Pendampingan dilakukan secara langsung, mulai dari persiapan lahan hingga perawatan tanaman. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya agar anggota KWT memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri.
“Pendampingan kami tidak hanya memberikan teori, tetapi bagaimana anggota KWT dapat memahami dan mempraktikkan langsung setiap tahapan budidaya. Mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemupukan, hingga perawatan tanaman. Harapannya, setelah pendampingan berjalan, kelompok dapat melanjutkan kegiatan ini secara mandiri,” ujar Nurdiyanto.
KWT Tidak Hanya Aktif, tetapi Juga Belajar
Bagi Tim PPK Ormawa KAMADIKSI, mengaktifkan kembali KWT bukan sekadar mengembalikan aktivitas kelompok. Program tersebut dirancang agar KWT dapat menjadi ruang belajar bersama bagi masyarakat.
Anggota KWT dilibatkan secara langsung dalam proses pengolahan tanah, penanaman, perawatan hingga monitoring tanaman. Dengan demikian, pengetahuan pertanian tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi diterapkan secara langsung di lahan.
Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari konsep Pojok Literasi Tani Jaya yang mengintegrasikan literasi, praktik, dan pemberdayaan masyarakat.
Kepala BPP Kecamatan Boja, Apriyanto, menekankan bahwa keberadaan KWT diharapkan tidak hanya aktif secara kelembagaan, tetapi mampu menjadi ruang belajar yang terus berkembang.
“Kami ingin KWT ini tidak hanya aktif secara kelembagaan, tetapi benar-benar menjadi ruang belajar bersama. Masyarakat dapat belajar dari proses mulai dari mengolah tanah, menanam, merawat, sampai melihat hasilnya. Harapannya, kegiatan ini bisa terus berjalan dan dikembangkan oleh anggota KWT.”
Hal tersebut juga dirasakan oleh Ibu Rusmini, selaku Ketua KWT Berkah Makmur Dusun Kedungdowo. Kembalinya aktivitas kelompok menjadi dorongan bagi anggota untuk kembali memanfaatkan lahan dan melakukan kegiatan pertanian secara bersama.
“Kami sangat senang KWT bisa kembali diaktifkan. Dengan adanya pendampingan dari mahasiswa dan penyuluh pertanian, kami jadi lebih bersemangat untuk belajar dan mengelola lahan bersama. Semoga kegiatan ini terus berjalan dan lahan yang ada bisa memberikan manfaat bagi anggota KWT maupun masyarakat,” ungkap Rusmini.
Mengukur Literasi, Bukan Sekadar Hasil Panen
Menariknya, program Pojok Literasi Tani Jaya tidak hanya berorientasi pada hasil budidaya. Tim PPK Ormawa KAMADIKSI juga melakukan evaluasi terhadap perkembangan pemahaman masyarakat sasaran.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana proses pembelajaran dapat dipahami dan diterapkan oleh masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat ditempatkan bukan hanya sebagai penerima program, tetapi sebagai pihak yang aktif terlibat dalam proses belajar dan pengembangan kegiatan.
Hal ini sejalan dengan tujuan PPK Ormawa yang tidak hanya mengejar capaian fisik, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu melanjutkan kegiatan secara mandiri.
Didukung Pemerintah Desa
Keberlanjutan program juga diperkuat melalui dukungan Pemerintah Desa. Selain memberikan ruang bagi pengembangan kegiatan KWT, pemerintah desa turut mendukung aspek kelembagaan melalui penguatan legalitas kelompok dan Surat Keputusan (SK) resmi KWT.
Legalitas tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi agar KWT Berkah Makmur tetap memiliki wadah kelembagaan yang jelas dan mampu melanjutkan aktivitasnya setelah rangkaian program PPK Ormawa selesai.
Dengan demikian, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari kembali aktifnya demplot, tetapi juga dari kemampuan kelompok untuk mempertahankan kegiatan, mengembangkan pengetahuan, serta mengelola potensi pertanian secara berkelanjutan.
Menanam Pangan, Menumbuhkan Kemandirian
Ketua Tim PPK Ormawa Komunitas KAMADIKSI UDINUS, Kholifah Al Hayu Maryam, menyampaikan bahwa pengaktifan kembali KWT merupakan bentuk kolaborasi mahasiswa bersama masyarakat dalam mengembangkan potensi yang telah dimiliki desa.
Menurutnya, lahan yang tersedia dapat menjadi aset produktif apabila dikelola secara bersama dan berkelanjutan. Karena itu, kehadiran mahasiswa tidak ditempatkan sebagai pihak yang hanya memberikan program, tetapi sebagai mitra masyarakat dalam proses belajar dan pengembangan potensi.
Melalui Pojok Literasi Tani Jaya, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam bidang pertanian sekaligus membangun kesadaran bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan terdekat.
Budidaya pisang, kedelai, cabai, tomat, terong, dan berbagai sayuran menjadi langkah awal untuk mengoptimalkan lahan. Dalam jangka panjang, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat sosial maupun ekonomi bagi masyarakat.
Lebih jauh, aktivitas KWT juga diharapkan menjadi wadah pemberdayaan perempuan. Kegiatan bersama di lahan demplot dapat menjadi ruang bagi anggota untuk berinteraksi, bertukar pengalaman, saling membantu, sekaligus memperkuat solidaritas masyarakat.
Sinergi antara PPK Ormawa KAMADIKSI UDINUS, Pemerintah Desa, Kecamatan Boja, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, BPP Kecamatan Boja, serta KWT Berkah Makmur menjadi fondasi penting dalam mengembangkan program tersebut. Kolaborasi lintas pihak ini menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai unsur secara berkelanjutan.
Ke depan, KWT Berkah Makmur diharapkan tidak hanya kembali aktif secara kelembagaan, tetapi mampu berkembang menjadi kelompok yang solid, produktif, dan mandiri.
Dari lahan yang sempat vakum, kini kembali tumbuh berbagai tanaman. Namun, yang diharapkan tumbuh bukan hanya hasil pertanian, melainkan juga pengetahuan, keterampilan, kemandirian, dan semangat gotong royong masyarakat.
Sebab, melalui Pojok Literasi Tani Jaya, proses bertani tidak berhenti pada aktivitas menanam.
Dari lahan yang dihidupkan kembali, tumbuh ruang belajar. Dari ruang belajar, tumbuh keterampilan. Dan dari keterampilan, diharapkan lahir kemandirian masyarakat.




