Bidik Pasar Baru di Semarang Timur, Get’s Courts Hadirkan Olahraga Padel yang Inklusif dan Terjangkau

SEMARANG (Pojokjateng.com) – Get’s Courts terus memperluas akses olahraga padel di Kota Semarang dengan membidik pasar baru di wilayah Semarang Timur. Usai soft opening, venue yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Sambirejo, Kecamatan Gayamsari ini mengusung konsep padel yang lebih inklusif agar dapat dinikmati berbagai kalangan.

Manajer Get’s Courts, Jagat, mengatakan kehadiran venue tersebut memiliki visi berbeda dibandingkan lapangan padel lain yang sudah lebih dulu beroperasi di Semarang.

“Kalau saya lihat orang-orang yang main padel itu orangnya itu-itu terus. Klubnya itu-itu saja. Keinginan kita adalah di sini kita buka market baru di Semarang Timur,” ujarnya saat ditemui, Rabu (29/7/2026).

Baca Juga:  Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Kampanyekan Stop Cyber Bullying untuk Jaga Kesehatan Mental Remaja

Menurutnya, Get’s Courts ingin menghilangkan stigma bahwa olahraga padel hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu. Berbagai program promo, termasuk potongan harga penyewaan raket, disiapkan agar masyarakat dapat mencoba bermain dengan biaya yang lebih terjangkau.

“Harapan kita semua orang bisa ikut main padel. Semua orang bisa fun di dalam lapangan padel. Kita ingin menghilangkan anggapan bahwa padel itu mahal,” tambahnya.

Tak hanya menyediakan lapangan olahraga, Get’s Courts juga tengah menyiapkan fasilitas pendukung berupa KOV Cafe yang akan dibangun di area sebelah venue. Kehadiran kafe tersebut diharapkan menjadi ruang berkumpul bagi komunitas maupun masyarakat setelah beraktivitas di lapangan.

Baca Juga:  Amphitheater Kotta Hotel, Ruang Seru untuk Gigs hingga Yoga di Tengah Kota Lama

Suasana Get’s Courts pasca soft opening juga menjadi lokasi pembelajaran lapangan bagi lima mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tengah menjalani program magang di Kantor Hukum Sentra Lex Indonesia.

Didampingi tim Awall Media Network, para mahasiswa memperoleh pengalaman praktik jurnalistik melalui proses peliputan, mulai dari menyusun pertanyaan, melakukan wawancara dengan narasumber, hingga mengolah data menjadi karya jurnalistik.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang menggabungkan praktik hukum dan komunikasi publik, sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami proses peliputan media di lapangan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *