Atlanta Elektronik Resmi Buka Showroom dengan Dukungan 14 Brand

SEMARANG (Pojokjateng.com) – Atlanta Elektronik memperkuat ekspansinya di Kota Semarang dengan menggandeng 14 brand elektronik nasional dan internasional. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dari strategi Atlanta menghadapi perubahan perilaku konsumen, persaingan harga di marketplace, serta perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Owner Atlanta Elektronik, Santoso Kurniadi, mengatakan industri ritel elektronik saat ini menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Perubahan harga, perkembangan teknologi, hingga semakin agresifnya penjualan melalui kanal online membuat pelaku usaha harus mampu beradaptasi.

“Sekarang tantangannya berbeda. Kami tidak bisa lagi hanya mengandalkan penjualan dalam jumlah besar, tetapi harus melihat kebutuhan konsumen dan menjaga hubungan dengan para mitra,” kata Santoso.

Atlanta Elektronik telah menjalankan bisnis ritel elektronik sejak 1995. Selama lebih dari tiga dekade, perusahaan tersebut telah melewati berbagai fase industri, termasuk periode ketika permintaan produk elektronik melonjak hingga persediaan barang tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Kini situasinya berbalik. Konsumen memiliki semakin banyak pilihan, mulai dari toko fisik hingga berbagai platform digital. Kondisi tersebut membuat toko elektronik tidak cukup hanya mengandalkan harga, tetapi juga harus menawarkan pengalaman berbelanja dan layanan yang memberikan nilai tambah.

Menurut Santoso, keberadaan toko fisik tetap memiliki keunggulan karena konsumen dapat melihat produk secara langsung sekaligus memperoleh penjelasan mengenai tipe, fitur, hingga penggunaannya.

Baca Juga:  Promo Gila! KAI Daop 1 Jakarta Diskon Tiket 32 KA di Akhir Tahun

Layanan purnajual juga menjadi salah satu faktor yang dinilai penting ketika konsumen membandingkan pembelian melalui toko fisik dengan marketplace.

“Kalau ada konsumen mengatakan harga online lebih murah, kami harus menjelaskan bahwa konsumen juga perlu melihat tipe barang dan layanan yang didapat. Ketika barang bermasalah setelah dibawa pulang, mereka membutuhkan tempat untuk mendapatkan solusi,” ujarnya.

Menghadapi persaingan tersebut, Atlanta memilih memperkuat ekosistem bisnis dengan menjaga hubungan bersama produsen, grosir, serta toko-toko mitra.

Sejumlah brand yang telah menjalin kerja sama panjang dengan Atlanta turut memberikan dukungan dalam momentum ekspansi tersebut.
Direktur PT Hartono Istana Teknologi, Tekno Wibowo, mengatakan Polytron telah menjadi bagian dari perjalanan Atlanta sejak 1986.

Selama kerja sama tersebut, berbagai produk Polytron telah dipasarkan melalui Atlanta, mulai dari televisi, kulkas, mesin cuci, motor listrik hingga mobil.

Sementara itu, CEO PT Akari Indonesia, Kenny Kwe, menyebut hubungan dengan Atlanta bahkan telah berlangsung sejak 1970. Produk Philips, termasuk water heater dan AC, menjadi bagian dari perjalanan panjang kerja sama tersebut.

Dari sisi ritel, Sales Director PT LG Electronics Indonesia, Erwan Zheng, menilai kemampuan Atlanta bertahan selama lebih dari tiga dekade merupakan pencapaian yang tidak mudah.

Menurutnya, fokus Atlanta terhadap bisnis ritel menjadi salah satu kekuatan yang membedakannya dari toko elektronik lainnya.
Dukungan serupa datang dari Artugo. CEO PT Kreasi Arduo Indonesia, Robert Widjaja, mengatakan Atlanta merupakan salah satu mitra strategis bagi Artugo dalam memperluas pasar.

Baca Juga:  Perlengkapan Stylish untuk Kurir dengan Sentuhan EIGER dan Cargloss

Artugo sendiri mencoba menghadirkan produk dengan karakter berbeda, di antaranya freezer dengan pilihan warna serta kompor berbahan material batu.

“Kami akan terus memperkuat kerja sama dengan Atlanta. Harapannya Artugo bisa tumbuh bersama Atlanta,” kata Robert.

Senior GM Nasional Sales & Marketing PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo, melihat industri elektronik saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, termasuk perubahan regulasi dan dinamika pasar.

Ia menilai pelaku industri perlu berada dalam posisi adaptif agar dapat mempertahankan bisnis sekaligus terus memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“Sekarang tantangannya lebih nyata. Kita harus mampu beradaptasi dengan lingkungan yang ada agar tetap bertahan dan terus memberikan kontribusi kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara Retail Head Director PT Samsung Electronics Indonesia, Praryadi Slamet, menilai perkembangan teknologi, khususnya artificial intelligence (AI), akan semakin memengaruhi produk elektronik sekaligus pola konsumsi masyarakat.

Ia berharap kerja sama antara Samsung, Atlanta, dan berbagai mitra lainnya dapat terus berkembang dalam jangka panjang.

“Kami yakin bersama Atlanta dan seluruh mitra elektronik, kita bisa maju dan berkembang bersama. Harapannya Atlanta bukan hanya bertahan 30 tahun, tetapi bisa terus berkembang hingga 100 tahun ke depan,” katanya.

Baca Juga:  PLN Pastikan GIS Tambak Lorok III Beroperasi Andal Menyambut Hari Pelanggan Nasional

Dukungan terhadap Atlanta juga datang dari sejumlah brand lain, di antaranya Sony, AQUA, NIKO, dan Changhong.

Managing Director PT Niko Elektronik Indonesia, Siswo Handoyo, mengatakan hubungan bisnis dengan keluarga Santoso bahkan telah berlangsung lintas generasi.

“Ini hubungan bisnis yang sudah diteruskan ke generasi kedua. Saya bangga brand lokal NIKO bisa hadir berdampingan dengan brand internasional maupun lokal lainnya di Atlanta,” ujarnya.

Branch Manager Changhong Jawa Tengah, Ega, turut mengapresiasi perjalanan Santoso dalam membangun Atlanta Elektronik. Ia berharap kerja sama kedua pihak dapat semakin kuat dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, terdapat 14 brand yang memberikan dukungan dalam momentum tersebut, yakni Polytron, Akari, Artugo, LG, Sharp, Sony, Samsung, AQUA, NIKO, Changhong, Daikin, Midea, MODENA, dan TCL.

Kehadiran 14 brand tersebut sekaligus menunjukkan kuatnya jejaring Atlanta dengan industri elektronik nasional maupun internasional.

Santoso menegaskan, ekspansi Atlanta tidak hanya berorientasi pada pembukaan showroom, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun bisnis yang mampu bertahan menghadapi perubahan industri.

“Kami ingin terus berjuang, beradaptasi dan mendapat dukungan masyarakat Semarang agar Atlanta tetap dipercaya dan bisa memberikan kontribusi,” pungkasnya.***

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *