Rayakan Budaya Lokal, TPS 05 Semarang Usung Tema Pewayangan

SEMARANG (Pojokjateng.com) – Pilkada 2024 di Kota Semarang menghadirkan momen istimewa di TPS 05, RW 04 Kelurahan Krapyak, Kecamatan Semarang Barat.

Tidak seperti TPS pada umumnya, di sini petugas KPPS tampil memukau dengan mengenakan kostum tokoh pewayangan.

Langkah kreatif ini diambil untuk meningkatkan partisipasi warga sekaligus melestarikan budaya lokal.
Ketua RW 04, Tri Subekso, mengungkapkan bahwa ide ini berangkat dari ciri khas daerah tersebut, di mana nama jalan-jalan di Krapyak diambil dari tokoh pewayangan dan pawukon.

Baca Juga:  THR 2026 Wajib Cair H-7, Disnakertrans Jateng Siagakan Satwasker di 6 Wilayah

“Kami ingin menjadikan TPS ini lebih dari sekadar tempat memilih. Dengan tema wayang, kami mengingatkan warga akan akar budaya dan sejarah kampung ini,” jelasnya pada Rabu (27/11/2024).

Petugas KPPS tampak mengenakan kostum karakter seperti Subali, Hanoman, Sugriwo, Watugunung, Mandasia, Julungwangi, Warigalit, dan Galungan.

Hal ini, kata Tri, juga menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah kampung yang dulunya merupakan area perumahan lama sebelum menjadi bagian dari Perumnas pada tahun 1980-an.

Baca Juga:  Moment Spesial Idul Adha, Para tamu Hotel Ciputra Semarang Beribadah Bersama Presiden Jokowi

Selain itu, Tri menambahkan bahwa tema pewayangan di TPS ini merupakan bagian dari rangkaian pelestarian budaya.

“Kami juga merencanakan agenda budaya besar, yaitu Grebeg Subali, yang akan kembali diadakan pada 2025,” imbuhnya.

Ketua KPPS TPS 05, Adam Adjie Kurniawan, menyampaikan bahwa antusiasme warga terlihat sejak pagi hari. Dari total 533 Daftar Pemilih Tetap (DPT), banyak yang sudah hadir lebih awal untuk menggunakan hak pilihnya.
“Antrian terpantau lancar karena hanya ada dua surat suara, yaitu untuk Pilwakot dan Pilgub,” jelas Adam.

Baca Juga:  Kodim 0733/KS Libatkan Alat Berat Kebut Program TMMD Talud di Pakintelan Semarang

Kehadiran TPS dengan tema unik ini sukses mencuri perhatian sekaligus mempererat hubungan masyarakat dengan warisan budaya lokal.

Tidak hanya menjadi tempat pemilu, TPS 05 berhasil menjadi simbol semangat pelestarian tradisi yang berpadu dengan partisipasi demokrasi.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *