PLN Siapkan Pasokan Listrik Hijau untuk Indorama, Dukung Transisi Energi Industri Menuju Net Zero Emissions
PURWAKARTA (Pojokjateng.com) – Langkah transisi energi di sektor industri kembali menunjukkan kemajuan. PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) tengah menyiapkan infrastruktur kelistrikan memasok secara penuh kebutuhan listrik PT Indorama Synthetics Tbk dan PT Indorama Polychem Indonesia Tbk. dengan energi hijau.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, PLN saat ini tengah membangun Gardu Induk (GI) 150 kV Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) Indorama beserta jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Indorama Incomer yang terdiri dari 7 tower transmisi. Infrastruktur ini ditargetkan mulai beroperasi pada awal tahun 2027.
Keberadaan infrastruktur tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan dekarbonisasi sektor industri nasional. Pasalnya, setelah jaringan transmisi dan gardu induk selesai dibangun serta resmi beroperasi, seluruh kebutuhan listrik PT Indorama Synthetics Tbk dan PT Indorama Polychem Indonesia Tbk akan dipenuhi oleh pasokan listrik PLN.
Selama ini, kedua perusahaan masih mengandalkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik sendiri (captive power plant) sebagai sumber utama pasokan listrik, masing-masing berkapasitas 1 x 32 MW milik PT Indorama Synthetics Tbk dan 1 x 30 MW milik PT Indorama Polychem Indonesia Tbk.
Dengan beralih ke sistem kelistrikan PLN, kedua PLTU tersebut akan dihentikan operasinya sehingga menjadi langkah nyata dalam mengurangi ketergantungan industri terhadap pembangkit berbasis batubara.
General Manager PLN UIP Jawa Bagian Tengah, Kishartanto Purnomo Putro, mengatakan bahwa pergantian sumber pasokan listrik ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pembangunan infrastruktur transmisi dan gardu induk tidak hanya meningkatkan keandalan pasokan listrik, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mempercepat dekarbonisasi sektor industri.
Dengan berhentinya operasional PLTU captive, emisi karbon dari proses penyediaan energi listrik dapat ditekan secara signifikan seiring meningkatnya pemanfaatan listrik dari sistem PLN yang semakin didominasi oleh energi rendah karbon.
“PLN tidak hanya membangun gardu induk dan jaringan transmisi, tetapi juga membangun fondasi bagi industri yang lebih hijau dan berkelanjutan. Ketika infrastruktur ini beroperasi pada awal 2027, kebutuhan listrik Indorama akan sepenuhnya dipasok oleh sistem kelistrikan PLN yang memiliki bauran energi baru terbarukan yang terus meningkat,” ujar Kishartanto.
Lebih lanjut dirinya menegaskan bahwa ini merupakan langkah konkret PLN dalam mendukung target Net Zero Emissions Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional melalui energi yang lebih bersih.
Kishartanto juga menyatakan pada awal 2027 akan menandai dimulainya babak baru penyediaan energi bagi kawasan industri Indorama.
Selain menghadirkan pasokan listrik yang andal dan berkualitas, proyek ini menjadi simbol transformasi menuju industri yang lebih hijau, kompetitif, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan listrik PLN yang semakin rendah emisi.
Sementara itu, Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 3 (UPP JBT 3), Haryo Wisnuaji, menjelaskan bahwa Seluruh desain dan tahapan konstruksi disiapkan agar memenuhi standar keandalan sistem transmisi 150 kV sekaligus mampu melayani kebutuhan daya Indorama secara berkelanjutan.
“Pembangunan GI 150 kV KTT Indorama beserta SUTT 150 kV Indorama Incomer kami rancang untuk menghadirkan pasokan listrik dengan tingkat keandalan yang tinggi sesuai kebutuhan proses produksi industri. Infrastruktur ini akan terintegrasi dengan sistem transmisi PLN sehingga mampu memberikan suplai listrik yang stabil, memenuhi standar kualitas tegangan, serta memiliki fleksibilitas operasi yang lebih baik dibandingkan sistem pembangkitan mandiri,” kata Haryo.
Upaya transformasi ini akan memberikan manfaat yang jauh lebih luas dibanding sekadar perubahan sumber pasokan listrik.
Selain berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca, langkah ini juga mendukung implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global yang semakin menuntut penggunaan energi rendah karbon dalam proses produksinya.
PLN meyakini bahwa kolaborasi dengan dunia industri merupakan salah satu kunci percepatan transisi energi nasional.
Melalui penyediaan infrastruktur kelistrikan yang semakin hijau, PLN terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis bagi industri dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kompetitif sekaligus rendah emisi.***




