Pembukaan Badminton Jateng Open 2024 Diwarnai dengan Pertandingan Eksebisi Juara Olimpiade dan All England

SEMARANG (Pojokjateng.com) – Pertandingan eksibisi di Badminton Jateng Open 2024 di GOR USM Semarang pada Senin (4/6/2024) malam menjadi semakin menarik dengan kehadiran atlet-atlet nasional yang seringkali mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional. Tontowi Ahmad, pemenang medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016, dan Melati Daeva, juara All England 2020, turut serta dalam laga bersama aktor Joshua Suherman.

Pasangan Sumarno dan Tontowi Ahmad bertanding dalam pertandingan eksibisi melawan Melati yang berpasangan dengan Joshua. Pertandingan berlangsung dengan ketat dan penuh semangat dari kedua tim, hingga akhirnya berakhir imbang. Suporter yang memadati arena turut memeriahkan salah satu bagian dari acara Jawa Tengah Sport Tourism Events (Specta) tersebut.

Sumarno menyatakan bahwa kehadiran atlet nasional ini bertujuan untuk memberikan motivasi tambahan kepada generasi muda. Menurutnya, melihat langsung para atlet tersebut lebih menginspirasi dibandingkan menonton mereka melalui televisi. Ia juga menekankan pentingnya olahraga bulutangkis sebagai salah satu cabang yang membanggakan Indonesia di kancah internasional, serta dorongan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengembangkan olahraga tersebut.

“Ini untuk memotivasi anak-anak lebih bersemangat lagi. Pasti mereka bisa lebih bersemangat (adanya atlet nasional), daripada nonton mereka di televisi,” ungkap Sumarno, seusai membuka acara di lokasi.

“Juga menjaring bibit. Mudah-mudahan bisa menghasilkan atlet dari Jawa Tengah ke even yang lebih besar,” sambungnya.

Ditambahkannya bahwa olahraga bulutangkis tidak hanya menjadi ajang prestasi, tetapi juga sebagai sarana untuk mencari bakat baru. Harapannya, dari Jawa Tengah akan lahir atlet-atlet berprestasi yang dapat bersaing dalam even-even besar di masa mendatang.

Tontowi Ahmad menyambut baik acara tersebut karena dianggap sangat menarik. Baginya, kehadiran generasi muda yang berbakat akan memperkuat semangat atlet senior untuk terus membanggakan Indonesia. Hal ini dianggap penting untuk menjaga kontinuitas regenerasi atlet Indonesia di kancah internasional.

“Dengan adanya bibit-bibit kni membuat semangat mereka meneruskan para senior membanggakan Indonesia. Jadi regenerasi mereka tidak akan terputus,” kata Tontowi.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *