Tak Sekadar Wisata Edukasi, Siswa SMP Cokroaminoto Banjarmangu Belajar Konservasi hingga Public Speaking

BANJARNEGARA (Pojokjateng.com) – Mengisi akhir pekan dengan kegiatan edukatif, siswa SMP Cokroaminoto Banjarmangu mengunjungi Ruang Literasi Konservasi Kayunan, Minggu (19/7/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas untuk mengenalkan pengembangan karakter, literasi, serta pentingnya pelestarian lingkungan kepada para siswa.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diperkenalkan dengan berbagai program unggulan yang dikembangkan di Ruang Literasi Konservasi Kayunan.

Mulai dari Program Tandur sebagai gerakan menanam dan merawat lingkungan, kelas Bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kelas Public Speaking guna membangun kepercayaan diri, hingga program konservasi burung yang mengedukasi siswa mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati sebagai penyangga keseimbangan ekosistem.

Tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, para siswa juga diajak berinteraksi langsung dengan para pegiat, berdiskusi, serta mengikuti berbagai aktivitas edukatif.

Melalui pengalaman tersebut, mereka diajak memahami bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat diperoleh dari lingkungan, alam, dan masyarakat.

Baca Juga:  Tembok Jebol Pembatas Jalur KA Jatinegara – Klender Kembali di Tutup KAI Daop 1 Jakarta

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Cokroaminoto Banjarmangu, Fatimah Nur Isnaini, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan menyenangkan.

“Kami ingin siswa memiliki pengalaman belajar yang lebih luas. Di sini mereka tidak hanya melihat, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap kegiatan. Harapannya, mereka dapat mengenali potensi daerahnya, memiliki kepedulian terhadap lingkungan, serta tumbuh menjadi generasi yang aktif, kreatif, dan berkarakter,” ujarnya.

Salah seorang siswa, Numaira, mengaku antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, berbagai program yang diperkenalkan memberikan pengalaman baru yang tidak diperoleh di dalam kelas.

“Saya senang sekali bisa berkunjung ke Ruang Literasi Konservasi. Program-programnya menarik, terutama konservasi burung dan public speaking. Saya juga jadi tahu kalau belajar bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan langsung dari alam maupun masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga:  Antusiasme Tinggi, Peserta UTBK-SNBT 2024 di UNDIP Capai 25.398 Orang

Sementara itu, Pegiat Ruang Literasi Konservasi Kayunan, Buyung Kahayunan, menjelaskan bahwa ruang tersebut dibangun sebagai pusat belajar terbuka yang mengintegrasikan pendidikan, literasi, dan pelestarian lingkungan.

Menurutnya, berbagai program yang dijalankan bertujuan membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengembangkan keterampilan hidup.

“Kami ingin menghadirkan tempat belajar yang menyenangkan, di mana anak-anak dapat mengenal alam, mengembangkan kemampuan diri, sekaligus memahami pentingnya menjaga lingkungan. Melalui Program Tandur, kelas Bahasa Inggris, public speaking, hingga konservasi burung, kami berharap siswa tidak hanya pulang membawa ilmu, tetapi juga membawa cerita, pengalaman, serta kepedulian yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Buyung.

Baca Juga:  Logistik Pemilu Dipastikan Aman, TPS Terdampak Banjir Dipindahkan Dekat Pengungsian

Ia menambahkan, Ruang Literasi Konservasi Kayunan diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi bagi sekolah, komunitas, dan masyarakat dalam mencetak generasi yang memiliki wawasan lingkungan, keterampilan, serta semangat belajar sepanjang hayat.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa aktif mengikuti setiap sesi, mengajukan pertanyaan, hingga mencoba berbagai aktivitas yang telah disiapkan oleh para pegiat.

Melalui kunjungan tersebut, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga membawa pengalaman, inspirasi, dan semangat untuk terus belajar.

Pembelajaran berbasis pengalaman nyata ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, kecintaan pada potensi lokal, serta membentuk karakter generasi muda yang lebih adaptif dan berdaya saing.***

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *