Masyarakat Dukung Penuh untuk TNI, Kritik Tindakan Anarkis

SEMARANG (Pojokjateng.com) – Puluhan masyarakat Semarang dari berbagai elemen, menggelar aksi dukungan terhadap TNI atas pengesahan Revisi UU TNI di Simpanglima Semarang, Sabtu (12/3/2025).

Aksi ini menegaskan sikap dukungannya terhadap UU TNI dan menilai aksi penolakan yang mengatasnamakan rakyat Indonesia tidak mewakili sebagian besar masyarakat termasuk warga Kota Semarang.

Dayu (48) salah satu peserta aksi menyampaikan perlunya masyarakat tahu bahwa aksi-aksi penolakan terhadap Revisi UU TNI ini selalu mengatasnakaman mewakili rakyat. Padahal ini adalah klaim sepihak yang telah merugikan rakyat sendiri.

“Bagaimana tidak rugi, rakyat sudah membayar pajak untuk belanja negara, namun karena demo ini banyak barang aset yang dibeli dengan uang kita dirusak begitu saja. Dilempari batu, bahkan dibakar. Ini sama saja tidak menghargai kita, rakyat yang membayar pajak. Apakah ini kerjaan orang-orang bijak !,” tandas Dayu.

Baca Juga:  Pemkot Semarang Alihkan Anggaran Sekolah ke Beasiswa: Meratakan Akses Pendidikan

Aksi ini juga diikuti oleh PKL Kusumawardani. Sebanyak 20 PKL menggelar aksi di tempat sama yang intinya juga memberi dukungan terhadap TNI.

“Ini sebuah ironi, sebab niatan untuk menjaga kedaulatan bangsa justru dilemahkan dari dalam. Menggunakan anak-anak muda untuk menolak dan menggelar demonstrasi hingga anarkis merusak fasilitas umum,” ungkap Nonot.

Kami melihat gerakan ini sepertinya sudah tidak murni lagi. Apalagi menilai dan mengait-ngaitkan dengan kembalinya Orde Baru.

Baca Juga:  Muhammad Masrofi Resmi di Lantik, Ini Harapan Ferry Wawan Cahyono pada PJ Bupati Banjarnegara yang Baru

“Jujur kami merasa ikut prihatin, saya yang berjualan di lingkungan yang berdekatan dengan Asrama TNI di Kusumawardani tidak pernah merasakan adanya sikap buruk dari TNI. Kami bersagang sudah lebih dari 20 tahun tak pernah merasa adanya tindakan yang kurang mengenakkan. Mereka justru mengayomi kami dari gangguan-gangguan preman dan menjamin keamanan serta kenyaman kami. Ini juga membuat Kawasan kami berdagang terjami keamanannya, tanpa kami mengeluarkan sepeser pun uang untuk keamanan,” paparnya.

Dia juga menghimbau agar pihak-pihak segera menyadari bahwa aksi-aksi tersebut akan semakin merugikan dan merusak citra mahasiswa. Pengerusakan dan ungkapan serta perilaku kotor sebagaimana disiarkan di Medsos telah merugikan kita sendiri.

Baca Juga:  Ten 2 Five Suguhkan Harmoni Memori Lama di ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta

”Kami minta semua masyarakat yang peduli bangs ini ikut mengingatkan. Para orang tua juga harus mengingatkan anak-anak mereka agar jangan mudah jadi alat,” ungkapnya lebih jauh.

Aksi ini berjalan damai. Tidak banyak apparat menjaga sebagaimana aksi-aksi penolakan. Aparat TNI dari Koramil pun juga tidak tampak melakukan pengamanan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *