PLHUT Kabupaten Semarang Dibuka, Diharapkan Antisipasi Penipuan Haji & Umrah

KABUPATEN SEMARANG (Pojokjateng.com) – Keberadaan Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) di Kabupaten Semarang diharapkan menjadi landasan utama dalam meningkatkan pelayanan kepada calon jemaah. Wakil Bupati Basari, mewakili Bupati Semarang, menyampaikan hal tersebut saat meresmikan PLHUT di Kampung Kauman Tengah, Ungaran, pada hari Senin (15/1/2024). Menurutnya, kehadiran PLHUT juga dapat menjadi langkah preventif untuk menghindari penipuan terkait haji dan umrah yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dalam konteks ini, Wakil Bupati berharap agar Kementerian Agama dapat berkolaborasi dengan instansi daerah untuk menciptakan pelayanan yang optimal sesuai dengan harapan masyarakat.

“Kondisi itu dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah,” ujarnya lagi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, Muhtasit, menegaskan komitmen untuk meningkatkan kinerja organisasi dengan menggunakan skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Selain melayani haji dan umrah, PLHUT juga memberikan layanan dalam bidang pendidikan dan keagamaan lainnya.

“Gedung PLHUT ini merupakan yang kelima yang dibangun dari sumber SBSN,” terangnya.

Titik Halimah, Kepala Seksi Pelayanan Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Semarang, menjelaskan bahwa PLHUT memberikan pelayanan terpadu untuk pendaftaran ibadah haji.

“Jadi calon jemaah dapat mendaftar secara lengkap di sini. Sekali datang dapat dilayani dan tidak ada satu hari terpenuhi,” jelasnya.

Selain itu, PLHUT juga memberikan layanan pelimpahan kuota haji kepada ahli waris jika calon jemaah yang telah terdaftar meninggal dunia. Ada juga pelayanan pembatalan keberangkatan ibadah haji akibat alasan kesehatan atau kematian.

Mengenai kuota haji Kabupaten Semarang pada tahun 2024, Titik menyebutkan bahwa terdapat kuota awal sebanyak 688 orang yang sedang dalam proses verifikasi. Selain itu, terdapat 54 kursi untuk calon jemaah lanjut usia dan kuota tambahan sebanyak 51 orang. Sementara itu, terdapat perkiraan cadangan sebanyak 210 kursi menunggu kepastian pembagian kuota nasional dan Jawa Tengah.

“Jika nantinya milik Jawa Tengah, maka calon jemaah haji cadangan dapat diberangkatkan. Syaratnya, harus lulus pemeriksaan kesehatan,” pungkasnya.
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *