Mahasiswa Ilmu Komunikasi bersama warga menanam bibit pohon secara gotong royong di Desa Wisata Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Minggu (7/12) lalu.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Warga Wonolopo Gelar Aksi Tanam Pohon sebagai Penerapan Komunikasi Persuasif

SEMARANG (Pojokjateng.com) — Desa Wisata Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, menjadi lokasi kegiatan penanaman bibit pohon yang melibatkan mahasiswa Ilmu Komunikasi dan warga setempat, Minggu (7/12) lalu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas lapangan mahasiswa dalam penerapan komunikasi persuasif, sekaligus upaya mendorong kepedulian lingkungan di kawasan kampung organik Wonolopo.

Sebelum penanaman, mahasiswa melakukan pendekatan kepada warga melalui dialog langsung. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya penghijauan untuk menjaga keseimbangan lingkungan, mendukung kenyamanan desa wisata, serta memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Baca Juga:  Meningkat Tajam, 21 Kecelakaan Terjadi di Perlintasan Sebidang: Ini Seruan Tegas KAI Daop 4 Semarang

Aksi tanam pohon dilaksanakan secara gotong royong di beberapa titik desa. Mahasiswa dan warga bersama menyiapkan lahan, melakukan penggalian, dan menanam berbagai jenis bibit pohon. Keberagaman bibit dipilih untuk mendukung penguatan ekosistem dan memperindah kawasan wisata organik.

Selama kegiatan berlangsung, interaksi antara mahasiswa dan warga berjalan aktif. Warga berbagi pengalaman dalam menjaga lingkungan, sementara mahasiswa mempraktikkan teori komunikasi persuasif secara langsung di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Greenwise Movement Ilkom USM Bersama Dinkes Kota Semarang Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD

Ketua kelompok mahasiswa, Adzania Fajriyati, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman bibit pohon ini dirancang sebagai ruang praktik langsung komunikasi persuasif di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menerapkan teori komunikasi persuasif secara nyata sekaligus mengajak warga untuk bersama menjaga lingkungan Desa Wisata Wonolopo. Kami berharap pohon yang ditanam dapat memberi manfaat jangka panjang dan menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya penghijauan,” ujar Adzania.

Sementara bagi warga Wonolopo, penanaman bibit pohon menambah ruang hijau dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kualitas lingkungan desa. Bibit yang ditanam diharapkan tumbuh dan memberikan manfaat ekologis bagi kawasan wisata.

Baca Juga:  Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Berikan Pelatihan Digital Marketing bagi SMA Laboratorium UPGRIS

Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mendukung pelestarian lingkungan. Desa Wisata Wonolopo terus memperkuat peran sebagai kampung yang peduli lingkungan melalui aksi berbasis partisipasi warga.***

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *