Jaksa Agung Tekankan Pentingnya Jaga Sikap & Bangun Kepribadian yang Baik

SEMARANG (Pojokjateng.com) – Jaksa Agung ST Burhanuddin menekankan pentingnya membangun Kinerja dan Personality Jaksa dengan menjaga sikap di tengah masyarakat.

Pernyataan, perintah, dan pedoman terkait etika perilaku Jaksa telah diumumkan berkali-kali melalui berbagai edaran dan kesempatan. Hal ini menjadi perhatian utama, terutama dalam era media sosial dan dunia digital yang sangat mengkhawatirkan. Seorang Jaksa, sebagai bagian dari penegak hukum, seharusnya menjadi teladan dan contoh bagi masyarakat.

Jaksa Agung memulai perhatiannya dari hal-hal kecil, seperti cara berpakaian dan penggunaan seragam yang sesuai (Gamjak), sehingga masyarakat dapat membedakan Jaksa dengan aparat lainnya. Atribut tertentu, penempatan, dan penggunaannya dianggap penting untuk meningkatkan kinerja. Beberapa atribut melambangkan organisasi dan pendidikan, yang kini diperbaharui dengan konsep yang diusung oleh Jaksa Agung.

Baca Juga:  Kejati Jateng Tahan Eks Pejabat LPEI Kredit Fiktif Rp81,3 Miliar, Aspidsus Lukas: Dokumen Pengajuan Kredit Tak Sah Tapi Disetujui

Seorang Jaksa perlu memperhatikan penampilannya secara serius, mulai dari saat mereka lulus dan dilantik sebagai Jaksa. Mereka telah dibekali dengan Kode Perilaku Jaksa, seperti larangan memiliki tato, berjenggot, atau memakai perhiasan tubuh yang sembarangan. Jaksa juga diingatkan untuk tidak memamerkan kemewahan (Flexing), karena citra seorang Jaksa melekat pada kepribadian individu. Jaksa Agung menegaskan larangan untuk tidak mengunjungi tempat-tempat tertentu, seperti hiburan malam, yang dapat merugikan institusi.

Menjadi seorang Jaksa bukanlah hal yang mudah, terutama karena mereka sering menjadi sorotan di masyarakat, terutama di era yang rentan terhadap hal viral. Oleh karena itu, cara berbicara di masyarakat perlu mengedepankan tata krama, adab, dan etika, sebagai bagian dari hukum yang hidup dalam masyarakat kita.

Baca Juga:  Mahkamah Konstitusi Tolak Pengujian Materi UU Pemilihan Umum oleh PSI

Jaksa Agung menekankan bahwa memiliki kinerja dan kepribadian yang baik sangat penting, karena hal tersebut dapat berdampak pada penilaian negatif terhadap diri seseorang. Kepekaan sosial, rasa empati, dan karakter yang baik merupakan hal yang esensial bagi seorang Jaksa, sebagai cerminan dari Jaksa yang humanis dalam masa kini dan masa mendatang. Jaksa diberikan kebebasan untuk bermain di media sosial, dengan tujuan memperkenalkan sisi humanis Jaksa dan kinerja Kejaksaan kepada masyarakat. Jaksa diharapkan menjadi figur yang dicintai dan dipercayai oleh masyarakat dalam segala aspek kehidupan.

Baca Juga:  Prof Hibnu Nugroho: Serangan terhadap Jaksa Agung Bagian dari Upaya Koruptor Goyahkan Kejagung

“Jaksa harus memiliki kepekaan sosial, rasa empati dan yang paling penting adalah Good Character, sehingga Jaksa sebagai penegak hukum yang humanis adalah cerminan Jaksa masa kini dan di masa mendatang. Tidak ada larangan bermain media sosial yang bisa memperkenalkan Jaksa Humanis dan kinerja Kejaksaan di mata masyarakat. Jadilah Jaksa yang dicintai dan dipercaya masyarakat dalam segala hal,” tutup Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *