Inovasi Alat Pengendali Hama UDINUS Dorong Produktivitas Petani Hortikultura di Dieng

WONOSOBO (Pojokjateng.com) – Upaya meningkatkan produktivitas pertanian hortikultura di dataran tinggi Dieng semakin menunjukkan hasil. Tim peneliti Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) Semarang berhasil menerapkan teknologi pengendalian hama berbasis sensor gerak yang terbukti efektif menekan serangan hama di lahan budidaya setempat.

Inovasi Alat Pengendali Hama Penggorok Daun berbasis Passive Infrared (PIR) Sensor itu dikembangkan oleh tim yang diketuai Prof. Rindra Yusianto, beranggotakan Sari Ayu Wulandari, M.Eng., serta Ir. Dedi Nurcipto, M.T.. Program ini merupakan bagian dari Program SINERGI Hilirisasi Riset Kemendiktisaintek 2025, yang menekankan akselerasi pemanfaatan hasil riset di sektor industri dan masyarakat.

Teknologi ini dirancang untuk membantu petani mengantisipasi serangan hama secara lebih efisien.

Baca Juga:  Usai Sepekan Terendam Banjir, Jalur Depan RSI Sultan Agung Lancar Lagi

Melalui pengujian di Desa Kejajar, alat tersebut terbukti mampu menurunkan intensitas serangan hama hingga 54,3% dan meningkatkan produktivitas panen sebesar 11,6% dibandingkan metode konvensional.

Perangkat otomatis berbasis mikrokontroler ESP32 tersebut bekerja dengan mendeteksi pergerakan hama secara real-time, kemudian mengaktifkan lampu LED berfrekuensi tinggi yang berfungsi sebagai penarik sekaligus pengusir hama.

Ketua Tim Peneliti UDINUS, Prof. Rindra Yusianto, saat menguji perangkat pengendali hama. Teknologi ini terbukti mampu menurunkan intensitas serangan hama hingga 54,3% di lahan budidaya hortikultura Wonosobo.

Prof. Rindra menyebutkan bahwa riset ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya petani.

“Kami ingin membuktikan bahwa inovasi sederhana pun bisa membawa dampak besar bagi produktivitas petani. Pendekatan hilirisasi memastikan hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tapi benar-benar diterapkan di lahan pertanian,” jelasnya, belum lama ini.

Baca Juga:  Hijaukan Lingkungan, Upaya Padma Hotel dan BLDF melalui TREES FOR LIFE

Dalam implementasinya, tim menggandeng UD. HR Pakuwojo yang menyediakan lahan uji seluas 0,25 hektare.

Selain mendukung instalasi dan perawatan alat, mitra usaha tersebut juga berkontribusi melalui pendanaan in-cash sebesar Rp10 juta untuk kegiatan validasi teknologi.

Pemilik UD. HR Pakuwojo, Zainur Rohmad, bersama Ahmad Soleh dari Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), menyampaikan apresiasi atas langkah hilirisasi teknologi ini.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama dalam mengatasi hama penggorok daun yang kerap menurunkan hasil panen. Kami berharap ke depan alat ini bisa dikembangkan untuk berbagai komoditas hortikultura lain di wilayah Dieng,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Raih Penghargaan Prestisius dalam JDIHN Award 2023

Melihat hasil positif di lapangan, tim peneliti UDINUS berencana mengembangkan versi Internet of Things (IoT) agar pemantauan aktivitas hama dan efisiensi energi dapat dilakukan lewat aplikasi ponsel.

Upaya ini sejalan dengan pengembangan Smart Agroindustri 4.0, sekaligus mempercepat transformasi digital di sektor pertanian.

Penerapan teknologi sederhana namun tepat guna dinilai dapat menjadi solusi nyata bagi petani hortikultura di daerah dataran tinggi, sekaligus membuka peluang bagi industrialisasi alat pertanian berbasis inovasi kampus di masa mendatang.***

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *