Cahaya Perikanan di Cilacap: PLN UIP JBT Siapkan Elektrifikasi Tambak untuk Dorong Ketahanan Pangan 2026
CILACAP (Pojokjateng.com) – Di sebuah desa pesisir di Cilacap, aktivitas tambak ikan telah lama menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat. Namun, di balik potensi alam yang melimpah, para petani ikan di Desa Bulupayung masih bergulat dengan cara-cara tradisional yang membatasi hasil produksi mereka.
Berangkat dari permasalahan tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) merancang sebuah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Cahaya Perikanan di Bumi Cilacap Bercahaya: Electrifying Perikanan untuk Ketahanan Pangan”.
Program ini direncanakan untuk dilaksanakan pada tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Program ini tidak sekadar menghadirkan listrik, tetapi membawa pendekatan pemberdayaan yang lebih menyeluruh. Melalui elektrifikasi sektor perikanan, PLN UIP JBT berencana menyediakan sarana pendukung berbasis listrik seperti pemasangan kWh meter baru, kincir air, pompa air, hingga motor listrik roda tiga untuk menunjang aktivitas tambak.
Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu mengubah pola budidaya dari yang sebelumnya konvensional menjadi lebih modern, efisien, dan produktif.
Lebih dari itu, inisiatif ini juga dirancang untuk memperkuat hubungan antara PLN dan masyarakat. Dengan meningkatkan kesejahteraan petani ikan, program ini diharapkan dapat membangun kepercayaan serta dukungan terhadap pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang sedang dan akan berjalan di wilayah tersebut.
Secara proyeksi, program ini menargetkan peningkatan kapasitas produksi perikanan hingga 40 persen, serta kenaikan pendapatan petani ikan minimal 20 persen.
Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil pun diharapkan berkurang seiring pemanfaatan energi listrik yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
General Manager PLN UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah pembangunan.
“Melalui program ‘Cahaya Perikanan’, kami tidak hanya menghadirkan listrik, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat untuk berkembang. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran PLN memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan, khususnya bagi para petani tambak di Cilacap,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan TJSL yang terintegrasi dengan kebutuhan lokal menjadi kunci keberhasilan program ini ke depan.
“Kami percaya bahwa pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Dengan dukungan teknologi dan energi listrik, sektor perikanan dapat tumbuh lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Ke depan, “Cahaya Perikanan” tidak hanya menjadi simbol hadirnya listrik di tambak-tambak rakyat, tetapi juga menjadi representasi harapan baru.
Harapan akan perikanan yang lebih maju, ekonomi desa yang lebih kuat, serta kolaborasi yang harmonis antara pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan langkah ini, PLN UIP JBT menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya tentang menghadirkan energi, tetapi juga tentang menyalakan peluang dan masa depan bagi masyarakat.***




