Gaet PPBI, Pemkot Semarang Siapkan Sekolah Bonsai Gratis untuk Anak Muda Berbakat

SEMARANG (Pojokjateng.com) – Agustina, Wali Kota Semarang berencana menggandeng Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) dengan beberapa dinas untuk membuat sekolah bonsai, bagi anak-anak yang mempunyai hobi memelihara bonsai sampai memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Kita akan support penuh PPBI , nanti kita akan inisiasi sekolah bonsai kolaborasi Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Disbudpar dan PPBI untuk membuat sebuah akademi bonsai di Kota Semarang,” kata Agustina.

Hal ini menurutnya perlu supaya ada sustain, dengan pembiayaan full dari pemerintah Kota Semarang untuk anak-anak yang menyukai bonsai.

Baca Juga:  Inacraft 2024 Hadirkan Batik Ecoprint dari Hanania Craft Tampil Menawan di Paviliun Jateng

Menurut Agustina, Pemerintah kota atau Pemkot Semarang mendukung bonsai menjadi komoditas unggulan dari Kota Semarang. Karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi pada pasar lokal maupun internasional.

Hal ini disampaikan wali kota, saat menghadiri acara pembukaan Semarang Bonsai Festival 2025, di Perumahan Graha Padma, Kota Semarang, yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI), Sabtu (5/7).

Berbagai jenis bonsai dihadirkan dalam pameran yang berlangsung hingga Selasa (8/7), seperti bonsai beringin, asam jawa, sancang, serut dan santigi.Tanaman kerdil khas Jepang ini memiliki harga yang cukup fantastis, yakni mencapai 500 juta rupiah.

Baca Juga:  Libur Sekolah, KAI Daop 4 Semarang Hadirkan Promo Diskon 30 Persen KA Kelas Ekonomi dan Dekorasi Menarik di Stasiun

“Wah ini luar biasa, bagus banget, ini bisa menjadi salah satu masa depan. Karena ada pendapatannya. Dan jadi komoditi, menjadi hal strategis yang bisa dipikirkan,” imbuh wali kota.

Melihat antusiasme peserta, Agustina juga memastikan jika Pemerintah Kota Semarang mendukung pameran ini. Namun, ia menegaskan perihal penyelenggaraan tetap berada naungan PPBI.

“Jadi penyelenggaranya adalah PPBI. Mereka yang expert, dan yang tahu sehingga ada nilai yang khusus dari sebuah pameran. Pemkot Support saja,” ujarnya.

Baca Juga:  Gemuruh Semangat Irwan Hidayat di Hari Kemerdekaan RI: Indonesia adalah Segalanya!

Pihaknya juga menyarankan agar pelaksanaan pameran dilakukan lebih lama, agar menjadi daya tarik wisatawan.

“Kalau pameran jangan sebentar, pameran harus lama. Kenapa? Karena ini akan menjadi sebuah destinasi wisata. Saya tadi menawarkan kalau depan gedung balai kota di selasarnya itu bagaimana caranya menjadi rumah pamer,” pungkasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *