KKNT Tim 36 FKM UNDIP Edukasi Cegah PTM dan Gelar Pemeriksaan Kesehatan di Desa Tangkisan Purworejo

PURWOREJO (Pojokjateng.com) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 36 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program edukasi pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) disertai pemeriksaan kesehatan bagi kelompok dasawisma di Desa Tangkisan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada Minggu (25/1/2026) dan Rabu (28/1/2026), dengan sasaran anggota Dasawisma Anggrek dan Melati.

Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini serta penerapan pola hidup sehat untuk menekan risiko penyakit tidak menular.

Edukasi pencegahan PTM dan gizi seimbang disampaikan oleh mahasiswa KKN-T Tim 36, Tazkia Afifah Amatullah dan Amalia Nur Buananingrum.

Materi difokuskan pada pentingnya pengaturan pola makan sehat sebagai langkah preventif utama terhadap penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit degeneratif lainnya.

Baca Juga:  Nobar Semifinal AFC Asian Cup 2024, Nana Sudjana: Menang Kalah, Itulah Sepakbola

“Penerapan pola makan gizi seimbang merupakan salah satu upaya yang sangat penting dalam pencegahan Penyakit Tidak Menular. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga pola makan, diharapkan angka kejadian PTM dapat ditekan,” ujar Tazkia Afifah Amatullah, lewat keterangan persnya, Rabu (28/1/2026) lalu.

Selain edukasi, mahasiswa KKN-T juga menggelar pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pengecekan tekanan darah yang dipimpin oleh Yolanda Gladys Audrey Sitorus.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui status gizi dan kondisi kesehatan peserta sebagai langkah awal deteksi risiko penyakit.

“Melalui pemeriksaan IMT dan tekanan darah, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini, sekaligus memahami pentingnya menjaga berat badan ideal dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” jelas Yolanda.

Menariknya, kegiatan edukasi ini menjadi tahap awal dari rangkaian program kerja lanjutan KKN-T Tim 36 FKM UNDIP, yakni pemanfaatan slurry biogas sebagai pupuk organik untuk penanaman sayur rumah tangga.

Baca Juga:  Ada Pekerjaan Beautifikasi di Area Hall Utama, Boarding Gate Stasiun Semarang Tawang Dipindahkan ke Sisi Barat untuk Sementara

Slurry merupakan hasil samping pengolahan biogas yang kaya nutrisi dan berpotensi mendukung pertanian berkelanjutan di tingkat rumah tangga.

Program tersebut dirancang untuk mendukung pemenuhan gizi seimbang sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal melalui optimalisasi sumber daya yang tersedia di Desa Tangkisan.

Apresiasi terhadap kegiatan ini disampaikan oleh Tri, kader kesehatan Desa Tangkisan. Ia menilai program edukasi yang dilakukan mahasiswa KKN-T sangat membantu upaya peningkatan kesadaran masyarakat.

“Kegiatan edukasi ini sangat baik dan mampu memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait pencegahan Penyakit Tidak Menular. Ini membantu saya sebagai kader kesehatan dalam mengampanyekan deteksi dini penyakit dan penerapan gaya hidup sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kampanye gaya hidup sehat yang dilakukan juga menekankan pemanfaatan pangan lokal yang ditanam secara mandiri oleh warga, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat keluarga.

Baca Juga:  Unissula Kirim 19 Mahasiswa ke UOW Malaysia, Tingkatkan Kualitas Pendidikan Internasional

“Pendekatan ini tidak hanya mendukung pencegahan PTM, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan masyarakat Desa Tangkisan,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T Tim 36 FKM UNDIP berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Tingginya partisipasi dan respons positif dari warga Dasawisma Anggrek dan Melati menunjukkan bahwa program ini sejalan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat setempat.

Ke depan, integrasi program promotif dan preventif berbasis kesehatan dan lingkungan ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya masyarakat Desa Tangkisan yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya saing. (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *