Sakura dan Ruang Batin, Pameran Salman Farisyi Hadir di ARTOTEL Yogyakarta
YOGYAKARTA (Pojokjateng.com) – Sebuah lukisan pohon sakura berbunga di ruang perawatan rumah sakit menjadi awal lahirnya identitas visual dalam karya Muhammad Salman Farisyi. Dari momen emosional itulah, perjalanan seni Salman tumbuh menjadi bahasa ekspresi yang kini dihadirkan dalam pameran A Garden Inside My Mind di ARTOTEL Yogyakarta, yang berlangsung sejak 25 Juni hingga 25 September 2026 di ARTSPACE, Lobby ARTOTEL Yogyakarta. Kamis (25/6).
Pameran ini menjadi pintu masuk bagi publik untuk menyelami ruang batin Salman—sebuah taman imajinasi yang tumbuh dari kejujuran, ketekunan, dan cara pandang khas terhadap dunia.
Sebagai seniman dalam spektrum autisme, Salman menjadikan seni sebagai medium komunikasi yang kuat. Warna-warna hidup berubah menjadi bahasa, pola berulang menjadi ritme, dan kanvas menjadi jembatan antara dunia batin dan dunia luar.
Ciri khas utama karya Salman adalah visualisasi pohon sakura berbunga yang kini menjadi identitasnya. Simbol tersebut ternyata lahir dari momen emosional di penghujung hidup sang nenek.
Ayah Salman, Sofwan Farisyi, menjelaskan bahwa perjalanan artistik putranya tidak terjadi secara instan. Salman sempat melukis berbagai objek seperti rumah, pot, bentuk segitiga, hingga eksplorasi warna sebelum menemukan identitas visualnya.
Titik balik itu terjadi saat nenek Salman menjalani perawatan akibat kanker di ruang UGD Rumah Sakit. Pada hari-hari terakhir sebelum koma, terdapat lukisan pohon sakura berbunga—simbol bunga yang ditunggu-tunggu—di kamar perawatan yang menarik perhatian keluarga.
“Beliau meminta agar Salman melihat lukisan itu. Keesokan harinya beliau koma dan dua minggu kemudian meninggal dunia,” ujar Sofwan.
Peristiwa tersebut menjadi semacam restu sekaligus titik balik perjalanan seni Salman. Kisah itu kemudian disampaikan kepada pelukis sekaligus guru Salman, Toto, yang membantu mengembangkan simbol pohon sakura menjadi identitas visual yang konsisten hadir dalam karya-karyanya.
Karya-karya dalam pameran ini didominasi oleh warna-warna vibran dengan pendekatan ekspresionis yang kuat. Menurut keluarga, pemilihan warna merupakan hasil eksplorasi panjang Salman dalam membangun karakter visualnya sendiri.
Toto menjelaskan, sentuhan ekspresi dalam karya Salman juga terinspirasi dari pendekatan seni kontemporer, khususnya seniman Damien Hirst, yang dikenal dengan eksplorasi warna, pola, dan emosi dalam karya-karyanya. Ia juga mengungkapkan bahwa seni yang dihadirkan oleh individu dengan kemampuan khusus cenderung menampilkan kejujuran dan keikhlasan yang lebih murni dalam setiap goresannya.
Filosofi sakura tersebut kemudian diibaratkan sebagai simbol harapan, kesabaran, ketabahan, serta sesuatu yang dinantikan sebagai awal kehidupan baru.
Kehadiran Salman di dunia seni tidak hanya menghadirkan karya visual yang unik, tetapi juga menjadi kisah inspiratif tentang bagaimana seni mampu menjadi ruang bertumbuh dan berkomunikasi. Bagi keluarga, perjalanan menerima kondisi Salman juga bukan hal mudah, mengingat ia tumbuh dalam spektrum autisme.
“Setelah bertahun-tahun kami belajar menerima, sekarang kami memilih fokus pada kelebihan yang dimiliki Salman,” kata Sofwan.
Perjalanan karya Salman kini mulai menembus panggung internasional. Setelah tampil di Los Angeles pada Januari 2026, karya-karyanya dipamerkan di Yogyakarta sebelum dijadwalkan melanjutkan ke Paris pada Oktober 2026.
General Manager ARTOTEL Yogyakarta, Timur Trapsilo, mengatakan bahwa seni merupakan bahasa universal yang inklusif.
“Kami di ARTOTEL Yogyakarta percaya bahwa seni bersifat universal dan inklusif. Melalui pameran ‘A Garden Inside My Mind’, kami ingin memberikan ruang yang setara bagi keindahan yang lahir dari cara pandang yang berbeda. ARTSPACE hadir sebagai wadah terbuka di mana publik dapat merayakan perbedaan, memetik inspirasi, dan melihat kemungkinan-kemungkinan baru yang lahir ketika sebuah potensi diberi ruang untuk tumbuh dan mekar.”
Melalui 12 karya yang dipamerkan, Salman menghadirkan taman-taman imajiner dengan dominasi pohon sakura, warna cerah, dan pola berulang—mengajak publik melihat dunia dari perspektif berbeda, sekaligus merefleksikan kreativitas, keberagaman, dan kemanusiaan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai pameran seni dapat menghubungi kontak 081572889333 dan akun instagram, @artoteljogja





