Tak Hanya Kawasan Industri, KIW Tawarkan Kolaborasi dan Akses Pasar

SEMARANG (Pojokjateng.com) – PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) mempertegas transformasinya dari sekadar pengelola lahan industri menjadi pengembang ekosistem industri terintegrasi yang memberi nilai tambah bagi tenant dan karyawan.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama KIW, Ahmad Fauzie Nur, dalam agenda “Let’s Talk with KIW – Media Hangout” yang digelar di Gerhana Resto & Cafe, Kamis (12/2).

Fauzie menegaskan, KIW kini memposisikan diri bukan hanya sebagai penyedia lahan atau bangunan industri, melainkan sebagai pengembang kawasan yang menghadirkan fasilitas penunjang untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus produktivitas pelaku usaha.

“Kami ingin menghadirkan fasilitas penunjang yang mampu memberikan nilai lebih bagi tenant maupun karyawan di kawasan,” ujarnya.

Baca Juga:  Perkuat Sinergi, PLN UIP JBT Kunjungi Pemerintah Kendal Bahas Kawasan Ekonomi Khusus Kendal

Fasilitas Penunjang dan Penguatan Relasi Internal

Menurut Fauzie, fasilitas yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan operasional industri, tetapi juga mendukung aktivitas internal perusahaan, termasuk kegiatan yang mempererat hubungan antarpegawai.

Ia menilai, tersedianya ruang dan sarana untuk berbagai aktivitas perusahaan di dalam kawasan akan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang kolaboratif dan solid.

“Harapannya, kegiatan-kegiatan di dalam kawasan bisa membangun kebersamaan dan memperkuat kolaborasi antar karyawan maupun antarperusahaan,” tambahnya.

Ratusan Tenant dan Investor Asia

Baca Juga:  KAI Daop 4 Semarang Peringati HUT RI ke-79 dengan Gerakan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Saat ini, KIW telah dihuni ratusan perusahaan dari beragam sektor industri. Seiring masuknya investor baru, termasuk dari kawasan Asia, perseroan terus melanjutkan pengembangan ekosistem yang telah dirancang sejak awal.

Fauzie menjelaskan, konsep ekosistem industri terintegrasi menjadi pembeda KIW dibanding kawasan industri konvensional. Tenant tidak hanya memperoleh lahan dan bangunan, tetapi juga dukungan jaringan bisnis, kemudahan akses logistik, hingga peluang kolaborasi antarpelaku usaha di dalam kawasan.

“Kami ingin menawarkan lebih dari sekadar lahan. Tenant di KIW menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung proses produksi, jaringan suplai, hingga akses pasar,” tegasnya.

Baca Juga:  Lakukan Perjalanan Jakarta-Semarang Pulang Pergi Menggunakan KA, Uskup Agung Jakarta Apresiasi Layanan KAI

Dorong Daya Saing dan Pertumbuhan Ekonomi

Dengan strategi tersebut, KIW optimistis mampu meningkatkan daya saing kawasan industri di tingkat regional maupun nasional.

Penguatan ekosistem dinilai menjadi kunci untuk menarik investasi sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, khususnya di Jawa Tengah.

Pengembangan kawasan yang terintegrasi juga diharapkan dapat memperkuat posisi kawasan industri sebagai motor penggerak ekonomi daerah, tidak hanya melalui investasi dan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga melalui kolaborasi bisnis yang berkelanjutan.***

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *