Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono Tekankan Masyarakat Harus Berperan sebagai Agen Penjaga Moral Demokrasi

PURBALINGGA (Pojokjateng.com) – Indonesia akan melakukan pemilihan serentak pada 27 November 2024 untuk memilih 38 gubernur, 416 bupati dan 98 walikota di seluruh negeri. Ini adalah pertama kalinya pemilihan kepala daerah dilakukan di tahun yang sama dengan pemilu presiden dan anggota legislatif.

Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono menekankan masyarakat harus dapat tampil sebagai agen penjaga moral dan etika politik dalam proses demokrasi.

Hal itu disampaikan Ferry saat menghadiri kegiatan Peningkatan Koordinasi dan Komunikasi Politik dengan mengusung tema ‘Membangun Demokrasi yang Semakin Berkualitas’, kegiatan ini diselenggarakan oleh Kesbangpol Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di Kabupaten Banjarnegara, Minggu (9/6).

Ferry mengungkapkan bahwa masyarakat tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai agen aktif yang memastikan jalannya proses demokrasi tetap berada dalam koridor yang benar.

“Proses demokrasi yang sehat tidak hanya bergantung pada para pemimpin dan partai politik, tetapi juga pada peran aktif masyarakat sebagai penjaga moral dan etika politik. Masyarakat harus berani bersuara dan bertindak jika melihat adanya penyimpangan atau praktek politik yang tidak sehat,” ujar Ferry.

Ferry menambahkan bahwa pendidikan politik bagi masyarakat sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka tentang pentingnya etika dalam politik.

Menurutnya, dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh politik uang atau janji-janji kosong yang sering muncul saat pemilu.

“Etika politik harus menjadi pondasi dalam setiap proses demokrasi. Tanpa moral dan etika, demokrasi hanya akan menjadi ajang perebutan kekuasaan semata. Masyarakat harus bisa membedakan mana yang benar dan salah, serta tidak ragu untuk melaporkan segala bentuk pelanggaran yang terjadi,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ferry juga mengajak semua elemen masyarakat untuk aktif terlibat dalam proses politik, baik melalui partisipasi langsung dalam pemilihan umum maupun dalam kegiatan-kegiatan sosial yang mendukung terciptanya demokrasi yang sehat.

“Pendidikan politik sejak dini dan keterlibatan aktif masyarakat akan menciptakan lingkungan politik yang bersih dan berintegritas. Ini adalah tugas kita bersama untuk memastikan bahwa generasi mendatang dapat menikmati demokrasi yang lebih baik,” pungkasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *