Tingkatkan Keandalan Sistem Kelistrikan Jawa Tengah, PLN Selesaikan SUTT 150 kilo Volt (kV) Kesugihan – Gombong

GOMBONG (Pojokjateng.com) – PT PLN (Persero) berhasil mempercepat penyelesaian line kedua proyek rekonduktoring Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) Kesugihan – Gombong.

Setelah menyelesaikan line pertama pada 1 September 2023, kali ini PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) berhasil merampungkan rekonduktoring line kedua SUTT ini pada 24 Oktober 2023.

Pekerjaan rekonduktoring ini merupakan penambahan kapasitas jalur transmisi melalui penggantian kabel konduktor sehingga memperkuat keandalan sistem kelistrikan.

Rampungnya pekerjaan rekonduktoring jalur transmisi ini menjadi wujud nyata PLN dalam menyediakan infrastruktur ketenagalistrikan untuk memasok daya yang berkualitas dan andal. SUTT 150 kV Kesugihan – Gombong dibangun dengan 101 tower yang terbentang sepanjang 89,24 kilometer sirkit (kms) mulai dari Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen hingga Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap.

Percepatan pekerjaan dilakukan PLN UIP JBT dalam menyelesaikan proyek ini. Semula, proyek dengan nilai Investasi lebih dari Rp 121 Milyar ini ditargetkan rampung pada November 2023 mendatang.

Namun, berkat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder, proyek ini berhasil dilakukan pemberian tegangan (energize) pada 24 Oktober 2023, setelah mendapatkan Rekomendasi Laik Bertegangan (RLB) yang diterbitkan oleh PLN Pusat Sertifikasi (Pusertif) pada hari yang sama.

Keberhasilan lainnya juga diraih dengan pencapaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 87,97%.

General Manager PLN UIP JBT, Djarot Hutabri EBS menjelaskan rekonduktoring ini akan berdampak pada kenaikan kapasitas hantar yang semula 600 Ampere dan mampu membawa daya sebesar 124 Mega Watt (MW) menjadi 1200 Ampere, sehingga mampu membawa daya hingga 249 MW.

“Optimalisasi jaringan ini diharapkan semakin meningkatkan keandalan sistem penyaluran ketenagalistrikan di daerah yang dipasok, khususnya area jawa tengah bagian selatan serta menghindari gangguan pada SUTT 150 kV yang seiring waktu telah mengalami peningkatan pembebanan, agar kontinuitas penyaluran listrik kepada pelanggan dapat berjalan optimal,” jelas Djarot.

Keamanan personil menjadi prioritas utama selama proses penyelesaian rekonduktoring rangkaian ini, sehingga seluruh tim menjaga dan mengutamakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam setiap pelaksanaan pekerjaan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *