Wisuda Sekolah Lansia Pancasila
Proses Wisuda Sekolah Lansia Pancasila

Sebanyak 215 Siswa Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Ikuti Wisuda

KABUPATEN SEMARANG (Pojokjateng.com) – Terdapat 215 siswa mengikuti proses wisuda dari Sekolah Lansia Pancasila Desa Kenteng, proses wisuda tersebut dilaksanakan pendapa rumah dinas bupati setempat, Senin (9/10). Bupati Semarang Ngesti Nugraha,  mengajak seluruh para warga lanjut usia (lansia) untuk memelihara serta mengembangkan sikap optimis dalam mengarungi perjalanan hidup mereka yang penuh berkah. Beliau secara tegas menyoroti signifikansi dari perasaan kebahagiaan yang dapat diperoleh melalui beragam aktivitas yang dapat mereka lakukan, sebagai langkah penting untuk menjaga kesehatan dan aktifitas mereka di masa tuanya.

Bupati dengan penuh semangat menyatakan keyakinannya bahwa aktivitas berkumpul dan berinteraksi dengan sesama teman sebaya, bersama keluarga, serta berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan dan sosial memiliki potensi besar untuk membawa kebahagiaan yang berharga bagi semua anggota komunitas lansia yang hadir.

Baca Juga: Batik Pati Fashion Street: Memperkenalkan Keindahan Batik Pati pada Generasi Milenial

“Berkumpul dan berinteraksi dengan teman satu angkatan, sanak keluarga, dan menjalankan kegiatan agama serta sosial, akan menjadikan Bapak/Ibu sekalian bahagia,” ungkap bupati.

Maria Ana Sriwati, Kepala Sekolah Lansia Pancasila, menjelaskan bahwa para lansia telah menyelesaikan kurikulum yang disusun oleh Organisasi Indonesia Ramah Lansia, yang terdiri dari kurikulum dasar, menengah, dan akhir. Bahkan setelah mereka melakukan proses wisuda di Sekolah Lansia Pancasila, mereka akan tetap mendapatkan bimbingan dari sahabat lansia yang merupakan narasumber dari berbagai lembaga mitra seperti rumah sakit, puskesmas, dan lembaga keagamaan.

Keunikan dari inisiatif ini terletak pada peran penting sahabat lansia yang dengan sukarela akan mengunjungi para lansia yang berada di berbagai dusun yang tersebar di seluruh Desa Kenteng, Bandungan. Menariknya, saat ini, kita masih memiliki 124 warga lansia yang dengan antusias dan kesungguhan tetap berpartisipasi dalam program pembelajaran yang diselenggarakan. Hal ini merupakan bukti nyata akan semangat belajar dan komitmen untuk menjaga keaktifan mereka di tengah masyarakat.

Baca Juga: Tingkatkan Minat Baca, Satpolairud Polres Kendal, Kenalkan Perpustakaan Apung kepada Anak Usia Dini

“Pembelajaran itu sepanjang hayat. Karenanya, setelah wisuda, para lansia itu tetap mendapatkan bimbingan dan pengajaran,” terangnya.

Kepala BKKBN Perwakilan Jateng, Harlin Is Ambarwati, dengan penuh harapan dan keyakinan, secara tegas menyatakan aspirasinya bahwa kegiatan sekolah lansia ini akan mendapatkan dukungan yang kuat dan berkelanjutan dari pemerintah daerah. Menurutnya, sekolah lansia adalah sebuah terobosan inovatif yang sangat penting dalam menjamin ketahanan dan kesejahteraan bagi keluarga lansia, sehingga mereka dapat menjalani tahap tua mereka dengan kesehatan yang optimal dan kondisi yang sejahtera. Tujuan utamanya adalah menciptakan lansia yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga mandiri, aktif, produktif, dan tetap memegang teguh martabat serta kehormatan dalam masyarakat. Dengan demikian, hal ini akan membawa manfaat yang berkelanjutan bagi komunitas lansia dan masyarakat pada umumnya.

“Sekolah lansia merupakan kerja sama berbagai pihak, terutama Yayasan Indonesia Ramah Lansia. Tujuannya, mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat,” pungkasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *