Puluhan Ribu Bibit Mangrove dan Cemara Laut Ditanam, KIW Dukung Kawasan Industri Hijau

SEMARANG (Pojokjateng.com) – PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) menjalankan melakukan penanaman pohon mangrove dan cemara laut sebagai bagian dari upaya pelestarian ekosistem pesisir. Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen KIW terhadap keberlanjutan lingkungan dan tanggung jawab sosial perusahaan.

KIW menggelar kegiatan dengan mengusung tema ‘Planting Hope, Growing Green’dengan penanaman pohon mangrove dan cemara laut di sepanjang wilayah pesisir yang berdekatan dengan lokasi industri, Kota Semarang, pada Jumat (8/12).

Direktur Utama Kawasan Industri Wijayakusuma Ahmad Fauzie Nur menjelaskan bahwa kegiatan penanaman kali ini adalah bentuk kesinambungan antara industri dengan alam.

“Kami hari ini melakukan penanaman 1.500 mangrove dan 800 Cemara Laut untuk membentuk ekosistem asri di pesisir pantai,” katanya.

Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari karyawan KIW, masyarakat sekitar, dan pihak terkait lainnya.

Menurutnya beberapa pimpinan tenant yang ada di KIW sangat mendukung program pelestarian ekosistem pesisir pantai. Bukan hanya di pantai nantinya KIW juga mulai menanam pohon di sekitar bantaran sungai.

“Selain menjaga kelestarian lingkungan, nantinya jika sudah rimbun mangrove yang ada di KIW dapat dijadikan destinasi wisata untuk tenant maupun warga sekitar,” ujarnya.

Setelah melaksanakan program penanaman pohon mangrove dan cemara laut, KIW memulai langkah-langkah untuk mengubah wilayah pesisir menjadi suatu destinasi wisata yang ramah lingkungan.

Fauzi menjelaskan, Kawasan yang sebelumnya dianggap sebagai area industri akan dikembangkan menjadi taman mangrove yang rindang dan menawarkan berbagai kegiatan wisata yang berfokus pada edukasi dan pelestarian alam.

“Kami melihat potensi besar dalam mengubah area ini menjadi destinasi wisata ekologi yang unik,” jelas Fauzie.

Di sisi lain, KIW juga mendukung upaya pemerintah untuk mencapai target zero karbon pada tahun 2050. Salah satu langkah krusial yang diambil oleh KIW adalah dukungan penuh terhadap program penerapan energi baru terbarukan (EBT).

Selain mengurangi jejak karbon, langkah ini diharapkan dapat menciptakan efisiensi energi dan mengurangi ketergantungan pada sumber daya energi konvensional.

“Kedepan mungkin kita coba dengan pemasangan solar panel untuk lampu penerangan jalan. Bisa juga kendaraan operasional diganti dengan kendaraan listrik,” tutupnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *