Program Tuku Lemah Omah Oleh Pemprov Jateng Berhasil Bangun 681 Unit Rumah Bagi Warga Kurang Mampu

SEMARANG (Pojokjateng.com) – Program Tuku Lemah Oleh Omah yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah berhasil membangun 681 unit rumah bagi warga yang kurang mampu. Program ini tidak hanya mengandalkan anggaran dari APBD, tetapi juga mendapat dukungan dari sektor swasta.

Salah satu perusahaan yang turut berkontribusi adalah PT Superior Prima Sukses, yang memberikan bantuan bata ringan untuk pembangunan 11 rumah di Desa Pranan dan Desa Karangwuni, Kabupaten Sukoharjo, pada Rabu (17/4/2024). Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Brand Manager PT Superior Prima Sukses, Yusuf Permadi.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jawa Tengah, Arief Djatmiko, mengapresiasi kontribusi yang diberikan oleh perusahaan swasta ini. Menurutnya, kerja sama dengan sektor swasta membantu meningkatkan kualitas bangunan yang dibangun, sehingga memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat.

Arief menjelaskan bahwa Program Tuku Lemah Oleh Omah bertujuan untuk membantu warga yang tidak mampu memiliki rumah melalui bantuan stimulan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Rumah-rumah tersebut dibangun dengan menggunakan metode Rumah Sistem Panel Instan atau Ruspin, yang efisien dan tahan terhadap gempa bumi.

“Bantuan ini bertujuan untuk menambah kekuatan dan kualitas dinding bangunan, agar rumah yang dibangun lebih kokoh dan tahan gempa, untuk menyukseskan Program Tuku Lemah Oleh Omah,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Disperakim Jawa Tengah, bahwa sejak tahun 2020 hingga 2022, telah dibangun 639 unit rumah untuk warga miskin. Pada tahun 2023, jumlah rumah yang dibangun meningkat menjadi 681 unit di seluruh Jawa Tengah.

Yusuf Permadi, Brand Manager PT Superior Prima Sukses, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Perusahaan ini memiliki pengalaman selama 30 tahun dalam bidang manufaktur, termasuk pembuatan kertas tisu, kertas coklat, karton boks, pembangkit listrik, dan sektor properti dengan produk bata ringan merek Blesscon.

Ia juga menyebutkan bahwa 11 penerima bantuan tersebar di dua desa, dengan tujuh penerima berada di Desa Pranan dan empat penerima berada di Desa Karangwuni.

“Harapannya dapat meringankan jumlah swadaya dari penerima bantuan,” pungkas Yusuf.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *