Menhub Apresiasi Kesiapan Polda Jateng Hadapi Arus Mudik Lebaran 2024

SEMARANG (Pojokjateng.com) – Polda Jateng disoroti atas persiapan menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2024, mendapat apresiasi dari Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Dalam Konferensi Pers setelah mendengar paparan Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, Menhub menyatakan bahwa kesiapan tiga wilayah di Jawa Tengah (Brebes, Klaten, dan Cilacap) dalam menghadapi arus mudik sudah dipastikan. Dia berharap hal yang sama berlaku di seluruh Jawa Tengah, dengan koordinasi yang baik dari TNI-Polri dan stakeholder lainnya.

“Dalam rapat tadi kita uji petik mengenai kesiapan tiga wilayah di Jawa Tengah menghadapi arus mudik masyarakat, yakni Brebes, Klaten dan Cilacap. Hasilnya lulus semua, saya harap ini terjadi di semua wilayah di Jawa Tengah,” ujar Menhub.

“Semuanya sudah dikoordinasikan oleh Kapolda dengan baik sekali terkait kesiapan menghadapi arus mudik. Diharapkan dapat sesuai dengan tagline mudik kali ini yaitu Mudik Ceria Penuh Makna. Insyaallah bisa kita laksanakan,” lanjutnya.

Balon Udara & Bus Wisata

Menhub berharap masyarakat yang melakukan mudik Lebaran dapat dilayani dengan baik, dengan koordinasi yang baik dari petugas di lapangan. Dia menyoroti keamanan angkutan Lebaran di Jawa Tengah terkait tradisi balon udara yang dapat mengganggu jalur udara. Dua tempat yang diizinkan untuk balon udara akan diawasi, sementara masyarakat diimbau untuk tidak menerbangkan balon udara di luar lokasi tersebut.

“Kita imbau masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara (tanpa ijin) di luar dua titik tersebut. Bagi yang nekat menerbangkan itu pidana dan bisa ditahan,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk memahami bahaya menerbangkan balon udara tanpa izin yang dapat mengganggu penerbangan, dengan ancaman pidana bagi pelakunya. Selain itu, dia mengajak masyarakat untuk mengantisipasi kemacetan dengan memilih waktu mudik yang tepat.

“Satu lagi yang menjadi perhatian khusus untuk Jawa Tengah yakni balon udara. Ada dua tempat yang diperbolehkan yakni Pekalongan dan Wonosobo yang menjadi bagian dari wisata masyarakat, namun akan di lakukan pengawasan. Perlu diantisipasi agar tidak menggangu keamanan dan hal yang sama juga dilakukan di tempat lain,” ungkapnya.

Menhub juga menyarankan agar masyarakat selektif dalam memilih bus wisata untuk memastikan keamanan dan keselamatan penumpang.

“Pastikan bus wisata yang akan digunakan nanti sudah melalui Ramp Check. Supirnya memiliki kompetensi. Bila ternyata ditemukan ada bus wisata yang belum dilakukan Ramp Check, nanti akan dilakukan Law Enforcement dengan putar balik,” terangnya.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, juga menekankan pentingnya persiapan fisik dan kondisi kendaraan untuk mudik yang aman dan nyaman. Masyarakat diminta untuk melapor ke polisi jika mengalami kendala di perjalanan, dengan 125 ribu anggota polisi siap melayani di 160 pos polisi yang tersebar di Jawa Tengah.

“Bila mengalami kelelahan atau mengalami kendala di perjalanan, masyarakat tidak segan untuk lapor polisi di pos pengamanan terdekat,” tandasnya.

“125 ribu anggota kita di 160 pos polisi yang tersebar di Jawa Tengah siap untuk menampung bangkitan arus mudik yang masuk ke Jawa Tengah,” pungkas Luthfi.

 

 

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *