Langkah Siaga Pemerintah Jateng Hadapi Musim Hujan: Antisipasi Banjir, Longsor, dan Angin Kencang
Langkah Siaga Pemerintah Jateng Hadapi Musim Hujan: Antisipasi Banjir, Longsor, dan Angin Kencang

Siaga Musim Hujan: Pemprov Jateng Bersiap dengan Tim Cepat dan Obat-Obatan

SEMARANG (Pojokjateng.com) – Masuknya musim hujan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan langkah-langkah siaga dengan melibatkan semua pihak terkait untuk mengantisipasi kemungkinan bencana seperti banjir, longsor, dan angin kencang. Selain itu, dalam bidang kesehatan, persiapan termasuk penyiapan obat-obatan dan tim reaksi cepat telah dilakukan untuk mendukung kelancaran operasi antisipasi bencana.

Elhamangto Zuhdan, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Jateng, menyatakan bahwa sejumlah persiapan telah diatur dengan baik.

“Kami telah berkoordinasi dengan Dinkes di kabupaten/kota untuk mengkonsolidasikan titik-titik rawan bencana, baik itu banjir, tanah longsor dan bencana ikutan lainnya,” paparnya, saat ditemui Senin (27/11).

Baca juga: Pemprov Jateng Tetapkan Insentif Guru Agama 2024 untuk 230.830 Orang

Elham menekankan bahwa konsolidasi tersebut mencakup beberapa aspek, seperti penyiapan obat-obatan dan penyiagaan tim reaksi cepat. Dalam penanganan bencana, Dinkes akan berperan sebagai tim pendukung untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Lebih lanjut, tim reaksi cepat yang telah disiapkan akan melakukan perhitungan kebutuhan perawatan kesehatan untuk warga yang mengungsi, termasuk mempertimbangkan usia dan jenis kelamin pengungsi.

“Pemetaan ini dilakukan untuk mengetahui potensi gangguan kesehatan, berapa kebutuhan dan untuk mengatasi masalah kesehatan pengungsi,” ujarnya.

Baca juga: Yuk Pesan Sebelum Kehabisan, Tiket Kereta Api Periode Libur Nataru di Daop 4 Masih Tersedia!

Dalam koordinasi penanggulangan bencana, Elham menyebut bahwa beberapa daerah mendapatkan perhatian khusus karena potensi risiko bencana yang tinggi, seperti Pekalongan, Kabupaten Tegal, dan Brebes di pantai utara Jawa yang rentan terhadap banjir. Di sisi selatan Jawa Tengah, wilayah sepanjang alur Sungai Serayu dari Banjarnegara hingga Purbalingga menjadi fokus perhatian.

“Kalau di Kementerian Kesehatan ada Pusat Krisis, itu yang akan bantu kita. Tapi di kabupaten/ kota sudah disiapkan sudah terdistribusi secara formal di puskesmas dan rumah sakit, ketika ada kebutuhan akan berjalan secara simultan,” pungkasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *