Ghisca Debora
Ghisca Debora

Kasus Penipuan Tiket Coldplay: Ghisca Debora Ditahan, Kerugian Capai Rp 1,3 Miliar

JAKARTA (Pojokjateng.com) – Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) berhasil mengungkap kasus penipuan yang melibatkan penjualan tiket konser band Coldplay. Seorang perempuan bernama Ghisca Debora Aritonang (GDA) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. “Tersangka GDA telah kami tetapkan dan saat ini sedang dalam penahanan,” ungkap Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro, dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (20/11).

Ghisca, yang saat ini telah menjadi tersangka, terlihat dihadirkan dalam konferensi pers dengan tangan yang terborgol dan mengenakan seragam tahanan berwarna oranye.

Penetapan status tersangka terhadap Ghisca Debora dilakukan setelah dilakukan gelar perkara pada Jumat (17/11). Pada hari yang sama, Ghisca berhasil ditangkap dan kemudian ditempatkan dalam tahanan.

Baca juga: Tanggapan Kejaksaan Agung Terhadap Penangkapan 2 Jaksa di Bondowoso oleh KPK

Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) menerima sejumlah laporan terkait modus penipuan dalam penjualan tiket konser Coldplay. Salah satu kasus yang terungkap melibatkan tindakan penipuan dalam transaksi jual-beli tiket konser Coldplay, yang mengakibatkan kerugian bagi 400 orang dengan jumlah mencapai sekitar Rp 1,3 miliar. Kasus ini menjadi perhatian serius pihak berwenang dalam menanggapi kejahatan penipuan yang merugikan banyak pihak.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Chandra Mata Rohansyah, menjelaskan bahwa 400 korban penipuan ini membeli tiket konser Coldplay dari para reseller. Polisi mencatat bahwa ada lima reseller yang membeli tiket dari satu individu yang sama.

“Jadi ada lima reseller yang membeli dari satu orang. Kelima orang ini membeli 400 tiket dari orang yang sama,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Chandra Mata Rohansyah saat dihubungi, pada Kamis (16/11).

Baca juga: Kapolresta Surakarta Turun Langsung Pantau Situasi saat Latihan Tim Peserta Piala Dunia U-17

Hingga saat ini, masih belum jelas apa yang menjadi daya tarik bagi pelaku sehingga mampu memperdaya para korban untuk membeli ratusan tiket tersebut. Polisi tengah berupaya keras dalam mengidentifikasi sosok pelaku dan akan segera melakukan pemeriksaan terhadap korban maupun para reseller yang terlibat. Proses identifikasi ini menjadi langkah krusial dalam mengungkap motif dan modus operandi pelaku, dengan harapan dapat memberikan kejelasan terhadap insiden penipuan tiket yang merugikan banyak pihak.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *