Kampanye Ilmu Komunikasi Udinus, Menyuarakan Pentingnya Kesadaran terhadap Kesehatan Mental

SEMARANG (Pojokjateng.com) – Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental sering diabaikan, padahal hal-hal sepele seperti kecemasan dapat menjadi masalah yang mengganggu kesehatan mental seseorang. Gangguan mental masih dianggap tabu dan seringkali menyandang stigma negatif, sehingga banyak orang memilih untuk menyimpan perasaannya sendiri.

Rasa kesepian yang mungkin timbul dapat membawa seseorang pada jalan yang tidak diinginkan, karena tidak semua orang mampu menghadapi masalah dan perasaan negatif dengan pikiran positif. Untuk menanggapi hal tersebut, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro mengadakan kegiatan “Mental Health Matters”

“Mental Health Matters” adalah inisiatif nyata  untuk peduli terhadap kesehatan mental, memberikan wadah kepada masyarakat untuk mengungkapkan perasaan melalui warna. Ada empat warna yang digunakan untuk merepresentasikan perasaan, yaitu merah untuk kemarahan, ungu untuk ketakutan, biru untuk kesedihan, dan kuning untuk kebahagiaan.

Peserta yang ikut dalam kampanye “Mental Health Matters” akan menerima dukungan berupa kapsul dukungan yang berisi kalimat afirmatif dan cokelat sebagai apresiasi bagi mereka yang berani mengungkapkan perasaan mereka. Kampanye ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni Foodcourt Gedung H Universitas Dian Nuswantoro pada tanggal 20 Desember 2023 dan Taman Indonesia Kaya pada tanggal 24 Desember 2023. Kampanye ini ditargetkan pada generasi Z dan milenial untuk berpartisipasi dalam mengungkapkan perasaan mereka. Antusiasme kampanye “Mental Health Matters” mencapai total 150 orang,

“Campaign ini kami tujukan kepada teman-teman yang merasa sendirian saat mempunyai perasaan yang ingin diungkapkan. Kami berharap dengan adanya campaign ini, bisa mengajak masyarakat untuk bisa mengidentifikasikan perasaan yang dimiliki.” Ujar Mahdi Mahdavikia ketua pelaksana campaign “Metta Health Matters

“Kegiatan campaign Mental Health merupakan luaran mata kuliah Public Relations sekaligus menjadi wadah belajar mahasiswa Ilmu Komunikasi tentang bagaimana mengekspresikan emosi bagi Gen Z tidak hanya merupakan refleksi dari perasaan pribadi mereka, tetapi juga merupakan bagian dari identitas dan pengalaman mereka yang terus berubah. Tentu saja, upaya ini menjadi cara partisipasi dari generasi Z dalam menjaga kesehatan mental.” Heni Indrayani, Dosen Pengampu Mata Kuliah Public Relations, Program Studi Ilmu Komunikasi, Udinus.

“Aku kalo butuh temen kadang gak harus yang ngasih solusi, kadang cuma butuh temen buat jadi tempat buat meluapkan perasaan aja, campaign ini bagus sih seru juga.” ucap Muhammad Dzikran salah satu peserta campaign.

Hari kedua kampanye mendapat antusiasme yang luar biasa, dengan banyak pengunjung dari berbagai usia yang tertarik untuk ikut serta. Keramaian dari acara Car Free Day di Taman Indonesia Kaya menjadi tempat yang pas untuk melaksanakan kampanye. Beragam emosi diungkapkan dengan menggunakan warna masing-masing oleh para pengunjung.

“Ini dari mana mas kok unik juga ngadain acara gini, bagus sih ini buat anak muda khususnya kan banyak tuh berita-berita yang kurang baik tentang kesehatan mental ini. Ya baguslah ada gini.” ujar Arif selaku peserta

dapat disimpulkan bahwa tidak ada yang salah dengan memiliki emosi tertentu. Setiap orang hanya perlu tempat yang tepat untuk mengungkapkan rasa yang sedang dihadapi. Jangan takut untuk mengungkapkan perasaan dan jangan pernah merasa sendiri dengan perasaan yang dimiliki. Setiap orang berhak atas setiap perasaan yang mereka miliki, dan hanya diri mereka sendiri yang dapat memahami sepenuhnya. Jangan menyerah, tetaplah bertahan untuk setiap alasan yang dimiliki, untuk orang terdekat, hobi, rencana hebat, dan yang paling utama, untuk diri sendiri.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *