Djarot: Terus bergerak, Bersama kita hadapi Prabowo-Gibran Cerminan Neo Orba Masa Kini dan Pertanyakan Integritas Mahkamah Konstitusi
Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat

Djarot: Terus Bergerak, Bersama Kita Hadapi Prabowo-Gibran Cerminan Neo Orba Masa Kini

JAKARTA (Pojokjateng.com) – Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, mengajak semua elemen yang mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, termasuk partai politik pendukung, relawan yang gigih, dan simpatisan yang setia, untuk bersatu  dalam memobilisasi dukungan rakyat guna meraih kemenangan pada Pemilihan Presiden tahun 2024. Ia menekankan bahwa saat ini momentumnya sangat baik, dengan semakin meningkatnya partisipasi rakyat apalagi setelah terjadinya penurunan baliho dan atribut lain yang menggambarkan dukungan terhadap pasangan Ganjar-Mahfud.

Djarot berkeyakinan bahwa kunci kemenangan dimulai dari upaya yang bersifat inklusif, fokus pada pergerakan dan interaksi yang mendalam di antara masyarakat akar rumput. Ia juga mencatat bahwa rakyat semakin cerdas dalam melihat perkembangan hukum yang tengah berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK), dan dalam menanggapi hal ini, mereka memberikan respons yang tegas dengan mengambil tindakan konkret, seperti menurunkan baliho, spanduk, dan segala bentuk atribut yang menunjukkan dukungan kepada pasangan Ganjar-Mahfud MD.

Baca juga: Djarot Saiful Hidayat Menyesal Atas Pembangkangan Politik Gibran Rakabuming Raka

“Kemenangan di mulai dari rakyat fokus bergerak di akar rumput. Sebab rakyat semakin cerdas di dalam melihat rekayasa hukum yang terjadi di MK. Rakyat bereaksi keras atas mobilisasi aparat dengan melakukan penurunan bendera, baliho, dan berbagai atribut dukungan terhadap Ganjar-Mahfud MD,” kata Djarot kepada wartawan, Sabtu (4/11).

Dalam konteks ini, Djarot menegaskan bahwa sejarah bangsa Indonesia mengajarkan kita bahwa tidak ada tempat bagi mereka yang mengedepankan ambisi kekuasaan yang berlebihan, terutama jika mereka menggunakan Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai alat untuk mencapai tujuan pribadi. Djarot menegaskan bahwa nilai-nilai spiritualitas dalam budaya Indonesia menekankan bahwa ambisi kekuasaan yang melampaui batas dan kesetiaan terhadap keluarga yang melebihi kesetiaan kepada negara tidak memiliki tempat dalam sistem demokrasi yang berkeadilan.

“Spiritualitas bangsa Indonesia mengajarkan bahwa tidak ada tempat bagi mereka yang demi ambisi kekuasaan, dan cinta terhadap keponakan, lalu MK dikebiri, dan demokrasi pun mati,” ucap dia.

Djarot juga menyoroti pentingnya fondasi moral dalam perjuangan pasangan Ganjar-Mahfud MD. Menurutnya, fondasi tersebut berlandaskan pada prinsip-prinsip kebenaran, serta kesetiaan yang tanpa syarat terhadap rakyat, bangsa, dan negara, dan bukanlah berorientasi pada kepentingan pribadi atau keluarga.

“Kini kekuatan moral lahir kembali. Inilah fondasi terpenting Ganjar-Mahfud MD, kokoh pada moral kebenaran dan berdedikasi total pada rakyat, bangsa, dan negara, bukan pada keluarga,” sambungnya.

Dalam konteks pemilihan umum yang akan datang, Djarot memotivasi seluruh pendukung untuk memusatkan upaya mereka pada upaya meraih kemenangan bagi Ganjar Pranowo dan pada saat yang sama, menantang pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang dianggap sebagai representasi orde baru masa kini. Djarot mendorong terus bergerak maju dan bersatu demi kekuatan demokrasi yang lebih kokoh dan stabil.

Baca juga: Ganjar: Tanpa Gerakkan Alat Negara, Kita Bergerak Bersama Rakyat

“Terus bergerak, Ganjar-Mahfud MD pastikan akan terus perkuat demokrasi. Bersama kita hadapi Prabowo-Gibran sebagai cerminan Neo-Orde Baru masa kini,” ucap Djarot.

Djarot juga mengekspresikan keyakinan PDIP pada integritas Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) untuk menjalankan tugasnya secara obyektif dan menjunjung tinggi nilai-nilai kenegarawanan. Ia menekankan pentingnya peran yang dimainkan oleh berbagai kelompok, termasuk budayawan, cendekiawan, kelompok pro demokrasi, ahli hukum tata negara, dan tokoh-tokoh berintegritas tinggi dari berbagai perguruan tinggi dalam membentuk kekuatan moral yang sangat kuat dalam menjalani proses pembenahan dan penyempurnaan sistem demokrasi di negara ini.

“Kuatnya gerakan dari para budayawan, cendekiawan, kelompok pro demokrasi, para ahli hukum tata negara hingga pergerakan tokoh-tokoh berintegritas tinggi dari berbagai perguruan tinggi menjadi kekuatan moral yang sangat dahsyat di dalam meluruskan jalannya demokrasi,” ujar Djarot

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *