Distribusi Bantuan Pangan 70.592 KPM di Karanganyar untuk Tekan Inflasi
Distribusi Bantuan Pangan 70.592 KPM di Karanganyar untuk Tekan Inflasi

Distribusi Bantuan Pangan 70.592 KPM di Karanganyar untuk Tekan Inflasi

KARANGANYAR (Pojokjateng.com) – Sekitar70.592 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 17 Kecamatan menerima bantuan pangan beras sebanyak 10 kg setiap bulan selama tiga bulan, yakni September, Oktober, dan November untuk tekan inflasi. Ini merupakan tahap kedua dari penyaluran bantuan pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Tahap pertama telah disalurkan pada Maret, April, dan Mei sebelumnya. Andri Nugroho, Pimpinan Badan Urusan Logistik (Bulog) Kota Surakarta, menyampaikan hal ini saat seremoni penyerahan bantuan beras di Pendopo RM Said Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (10/10).

“Penyaluran bantuan pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) ini untuk tahap kedua, masing-masing KPM menerima sebanyak 10 kg/bulan selama tiga bulan mulai September, Oktober dan November. Sementara tahap pertama telah disalurkan pada bulan Maret, April dan Mei kemarin,” ujar Andi

Baca Juga: Sebelas Desa di Temanggung Capai Target IKD

Andri juga memberikan penjelasan bahwa selain memberikan bantuan beras kepada mereka yang terdaftar sebagai penerima di Karanganyar, Bulog berkolaborasi dengan Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, dan Dinas Sosial untuk menjalankan program stabilisasi harga dan tekan inflasi yang dikenal dengan Gerakan Pangan Murah. Program ini difokuskan pada keluarga penerima bantuan pangan. Tujuannya adalah memastikan bahwa semua warga memiliki akses yang memadai terhadap beras, terlepas dari situasi lonjakan harga beras yang sedang berlangsung saat ini.

“Hari ini kita distribusikan bantuan Pemerintah guna mengurangi biaya kemahalan harga beras yang melonjak. Ini menunjukkan Pemerintah serius untuk menekan harga beras yang mulai merangkak naik,” tuturnya.

Baca Juga: Kelompok Tani Bulusan Kendal Sayangkan Pembangunan Jalan Tidak Tepat Sasaran

Di sisi lain, Bupati Karanganyar, Juliyatmono,  memberikan penghargaan kepada semua pihak yang telah bekerja dengan sinergi dan efektif dalam menjalankan proses distribusi bantuan pangan kepada masyarakat Karanganyar. Dalam penjelasannya, ia menekankan bahwa tujuan utama dari bantuan ini adalah untuk meredakan beban finansial masyarakat akibat melonjaknya harga beras. Pemerintah secara khusus ingin menegaskan komitmennya dalam upaya menekan peningkatan drastis harga beras yang tengah menghantui masyarakat.

“Harapannya semua bisa mendapatkan akses terhadap beras meskipun saat ini terjadi lonjakan harga beras,” tambahnya.

Selain itu, Juliyatmono juga memberikan pesan untuk memastikan bahwa bantuan beras yang diberikan tidak dimanfaatkan untuk tujuan dijual kembali. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan tujuan dari bantuan tersebut, yaitu untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Selanjutnya, Bupati Karanganyar berharap  bahwa hujan akan segera turun, terutama di awal bulan November. Ia menyadari bahwa lonjakan harga beras bukanlah masalah yang hanya memengaruhi Karanganyar, melainkan juga menjadi permasalahan nasional yang mendesak. Ini terjadi karena kekeringan yang luar biasa telah mengakibatkan gagal panen yang merugikan banyak pihak. Dengan harapan ini, ia menginginkan solusi alami yang akan membantu mengatasi situasi ini dan meredakan dampak yang mungkin terjadi pada masyarakat.

“Lonjakan harga beras ini bersifat nasional, karena kekeringan luar biasa mengakibatkan gagal panen,” ujarnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *