Dyah Hayuning Pratiwi (Sistem Siap Manjat Purbalingga)
Dyah Hayuning Pratiwi

Desa Kedungjati Purbalingga Andalkan “Siap Manjat” Sistem Informasi dan Pelayanan Mandiri Desa Kedungjati

PURBALINGGA (Pojokjateng.com) –  Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengandalkan Sistem Informasi dan Pelayanan Mandiri Desa Kedungjati (Siap Manjat) untuk menjawab tantangan penilaian transparansi informasi publik desa secara nasional. Kepala Desa Kedungjati, Suwondo, menjelaskan bahwa Siap Manjat adalah solusi digital yang bertujuan untuk meningkatkan layanan dan keterbukaan informasi publik di wilayah mereka.

Suwondo menyatakan bahwa platform ini diciptakan untuk memungkinkan semua pihak yang berkepentingan melakukan pemantauan dan evaluasi yang efektif terhadap berbagai aspek desa. Dengan menggunakan Sistem Siap Manjat, Desa Kedungjati, Purbalingga berusaha mencapai tujuan menjadi desa yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan inklusif dalam layanan publiknya.

“Agar semua yang berkepentingan bisa selalu checks and balance, dengan mewujudkan desa yang mandiri dalam pelayanan digital kepada masyarakat, untuk menuju desa yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan inklusif,” ujar Suwondo, pada acara Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Jambore Kader Kesehatan UPTD Puskesmas Bukateja, di lapangan Desa Kedungjati, Minggu (8/10).

Sekretaris Desa Kedungjati, Agus Yuli Pamujo, menguraikan berbagai informasi dan layanan yang dapat diakses melalui Siap Manjat, termasuk profil desa, informasi keuangan desa, program pembangunan, potensi desa, layanan data kependudukan, dan surat keterangan, serta dukungan untuk memasarkan produk UMKM setempat. Aplikasi ini memungkinkan akses melalui situs web resmi mereka di https://kedungjati.id/.

Agus Yuli Pamujo juga menjelaskan bahwa sebelum menggunakan layanan ini, masyarakat diharuskan untuk melakukan aktivasi dengan menghubungi operator desa untuk mendapatkan kode PIN yang diperlukan.

“Sebelum memanfaatkan layanan mandiri, masyarakat harus melakukan aktivasi dulu, dengan menghubungi operator desa, untuk mendapatkan kode PIN,” ungkapnya.

Baca Juga: Ketua Kwarda Jawa Tengah Ajak Anggota Pramuka Purbalingga Sebarkan Dampak Positif

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Kedungjati atas upayanya dalam memberikan layanan publik yang lebih baik melalui Siap Manjat. Beliau berharap bahwa dengan peluncuran program ini, pelayanan pemerintah desa akan semakin meningkat dan memberikan manfaat lebih besar kepada warga masyarakat Kedungjati.

“Siap Manjat ini adalah salah satu inovasi desa terkait dengan pengembangan teknologi informasi. Mudah-mudahan dengan di-launching-nya program ini, akan semakin meningkatkan pelayanan pemerintah desa kepada seluruh warga masyarakat kedungjati,” katanya.

Selain membahas tentang Siap Manjat, Bupati juga mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan mereka secara teratur sebagai tindakan deteksi dini terhadap penyakit tidak menular yang berpotensi mematikan. Beliau menyoroti pentingnya mengadopsi GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dalam kehidupan sehari-hari, termasuk berolahraga secara rutin, mengonsumsi buah dan sayuran, istirahat yang cukup, mengurangi konsumsi rokok, dan menjalani pemeriksaan kesehatan secara teratur.

“Setelah disurvei, angka kematian penduduk Indonesia rata-rata disebabkan penyakit mematikan tapi tidak menular. Contoh penyakit jantung, tampaknya orangnya sehat tiba-tiba meninggal; begitu dicek ternyata punya riwayat penyakit jantung,” bebernya.

Baca Juga: Warga Dusun Dawuhan Kendal Kecewa Pembangunan Jalan Desa Terkesan Asal-asalan

Bupati juga menggarisbawahi betapa pentingnya peran kader kesehatan dalam mendampingi warga yang memiliki bayi dan ibu hamil untuk memastikan asupan gizi yang memadai dan kontrol kesehatan yang rutin. Dalam konteks ini, fasilitas USG (Ultrasonografi) di berbagai Puskesmas di Purbalingga juga menjadi sumber informasi yang berguna bagi masyarakat.

Kepala Puskesmas Bukateja, Istomo Puji, menyatakan bahwa berkat upaya keras para kader kesehatan dan dukungan pemerintah desa, kasus stunting di wilayah Puskesmas Bukateja berhasil turun dari 10 persen di awal tahun menjadi 5 persen pada Agustus 2023. Ini adalah hasil kerjasama yang baik dalam mempromosikan kesehatan masyarakat dan memberikan layanan yang berkualitas.

“Ini juga berkat kerja keras para kader kesehatan dan pemerintah desa, yang menyediakan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) secara rutin,” katanya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *