Bagaimanakah Usaha Untuk Mengontrol Kelestarian Bangunan Cagar Budaya?

Di postingan ini kami akan bahas tentang Bagaimanakah Usaha Untuk Mengontrol Kelestarian Bangunan Cagar Budaya?. Tren menshare foto tamasya di medos menyebabkan berbagai ragam lokasi di penjuru Indonesia banyak didatangi sebagai objek tur. Gak terkecuali lokasi-lokasi bersejarah dan situs cagar budaya secara khusus yang berwujud bangunan yang juga makin tren di kalangan turis secara khusus anak muda. Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan contohnya mendata dalam 2 tahun terakhir meningkat. Ada penambahan signifikan angka kunjungan ke museum dan situs cagar budaya.

Bagaimanakah Usaha Untuk Mengontrol Kelestarian Bangunan Cagar Budaya?

Bagaimanakah Usaha Untuk Mengontrol Kelestarian Bangunan Cagar Budaya?

Persoalannya, engga semua traveler yang berkunjung ke situs-situs cagar budaya peduli dengan kelestarian tempat yang disambanginya itu. Umpamanya, walaupun telah terdapat aturan ga boleh mencoret-coret, atau tidak boleh memanjat ke beberapa area tertentu tetap aja ada pelancong iseng yang mengerjakannya. Karena itu, minat yang tinggi terhadap situs-situs cagar budaya wajib diimbangi dengan kesadaran untuk ikut serta melestarikannya.

Sebelum ke kupasan taktik melestarikan bangunan cagar budaya, alangkah bagusnya teman-teman semua tahu lebih dulu definisinya. Cagar budaya yaitu kawasan yang kelestarian hidup penduduknya serta peri kehidupannya dilindungi oleh undang-undang dari bahaya kepunahan.

Bagaimanakah Usaha Untuk Mengontrol Kelestarian Bangunan Cagar Budaya?

Sedangkan menurut Undang-Undang, cagar budaya merupakan warisan budaya bersifat kebendaan di darat dan/atau di air yang wajib dilestarikan eksistensinya sebab mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pengajaran, agama, dan atau kebudayaan lewat jalan pengangkatan. Aset budaya tersebut bisa berupa:

  1. Benda cagar budaya (benda alami atau buatan manusia, baik bergerak atau gak yang berupa kesatuan, kelompok, bagian-bagiannya atau sisa-sisanya serta punya kekerabatan erat dengan kebudayaan dan sejarah kemajuan manusia),
  2. Bangunan cagar budaya (susunan binaan yang terbuat dari benda alami atau buatan manusia buat memenuhi kebutuhan ruang berdinding atau tak berdinding dan beratap),
  3. Struktur cagar budaya (susunan binaan yang terbuat dari benda alami atau buatan manusia guna mencukupi kebutuhan ruang aktivitas yang menyatu dengan alam, sarana dan prasarana untuk memuat kebutuhan manusia),
  4. Situs cagar budaya (tempat yang ada di darat atau di air dan mengandung bangunan cagar budaya, benda cagar budaya dan struktur cagar budaya sebagai reaksi kesibukan manusia atau bukti fenomena pada masa lampau), dan
  5. Kawasan cagar budaya (kesatuan ruang geografis yang memiliki dua situs cagar budaya atau lebih yang kedudukannya berdampingan dan memperlihatkan karakter tata ruang yang khas).

Bagaimanakah Usaha Untuk Mengontrol Kelestarian Bangunan Cagar Budaya?

Ada beberapa benda cagar budaya di provinsi Jawa Tengah yakni antara lain :

  • Museum Kapal Samudraraksa di Magelang,
  • Candi Sewu di Klaten,
  • Situs Manusia Purba Sangiran,
  • Candi Cetho di Karanganyar,
  • Candi Arjuna Dieng di Wonosobo,
  • Candi Mangkunegaran di Surakarta (Solo),
  • Masjid dan Menara Kudus,
  • Candi Pringapus di Temanggung,
  • Mesjid Agung Demak,
  • Masjid Soko Tunggal di Banyumas,
  • Candi Avalokitesvara di Semarang,
  • Situs Gajah Indra (Batu Gajah) di Batang,
  • dan banyak lagi

Bagaimanakah Usaha Untuk Mengontrol Kelestarian Bangunan Cagar Budaya?

Oleh sebab demikian besarnya nilai-nilai dari struktur cagar budaya Indonesia terlebih di provinsi Jawa Tengah, karenanya sahabat semua harus memeliharanya. Berikut ini ialah beberapa cara yang dapat dilaksanakan buat ikut serta melestarikan benda cagar budaya yang ada yakni :

1. Kunjungi benda cagar budaya di sekitar kita

Menyambangi struktur cagar budaya adalah 1 tindakan yang paling mudah buat ikut serta melestarikannya. Dalam kunjungan itu Anda bisa mengambil gambar dengan kamera atau telepon pintar yang dibawa dan share gambar itu ke sosial media. Hal tersebut tentu akan menambah kemasyhuran struktur cagar budaya tersebut. Pasalnya, cagar budaya selain merupakan lokasi yang kaya nilai-nilai sejarah, juga merupakan tempat eksentrik yang merekomendasikan beraneka macam keelokan.

2. Jangan merusak apapun

Kawasan cagar budaya ga dapat diperbaharui sehingga semestinya diawasi kelestariannya. Salah satu memelihara kelestariannya yaitu dengan ga menjalankan vandalisme. Vandalisme dalam hal ini bisa berwujud mencoret coret, merusak, atau mengambil bagian-bagian tertentu dari kawasan cagar budaya itu. Dalam tiap benda cagar budaya sebenarnya senantiasa ada aturan terpajang perihal yang boleh dan tak boleh dikerjakan.

Bagaimanakah Usaha Untuk Mengontrol Kelestarian Bangunan Cagar Budaya?

Jika ingin cagar budaya yang kalian sambangi tersebut tetap lestari, gak ada pilihan lain kecuali mematuhi aturan-aturan itu. Di samping itu, bila kamu mengetahui pelancong lain menjalankan hal-hal yang melanggar peraturan tersebut jangan ragu buat mengingatkan atau mengatakan pada petugas yang bertanggung jawab mengorganisasikan lokasi tersebut.

3. Share ceritamu di medos

Sepertinya sekarang ini hampir semua orang punya sosial media. Kekuatan sosial media dalam menyebarkan isu telah diakui kesaktiannya. Oleh karena itu, hendaknya tak cuma foto yang kita bagikan di medos, tapi juga cerita. Melalui cerita yang dibagikan tersebut, kau bisa menarik sahabat sesama anak muda buat juga berkunjung ke kawasan cagar budaya yang sudah disambangi.

Bagaimanakah Usaha Untuk Mengontrol Kelestarian Bangunan Cagar Budaya?

Selain itu, dengan share cerita Anda juga ikut serta mengedukasi publik mengenai sejarah di balik struktur cagar budaya yang dikunjungi. Pasalnya meski tahu situsnya, enggak banyak orang yang memperhatikan historis di balik struktur cagar budaya tersebut.

4. Ikut serta jadi relawan, why not?

Dalam beberapa tahun terakhir banyak bermunculan berbagai komunitas yang konsentrasi pada aktivitas perlindungan struktur cagar budaya. Komunitas-komunitas tersebut kerapkali melakukan bermacam-macam kegiatan untuk mengenalkan cagar budaya pada khalayak umum. Aktivitas yang sejatinya bernilai pendidikan itu tidak jarang disiapkan dengan kemasan yang membahagiakan sehingga memikat untuk diikuti masyarakat, khususnya generasi muda.

Bagaimanakah Usaha Untuk Mengontrol Kelestarian Bangunan Cagar Budaya?

Engga ada salahnya kalau Anda berkeinginan berperan serta di salah satu kesibukan yang ditunaikan oleh komunitas konservasi kawasan cagar budaya. Di samping memberikan pengalaman luar biasa, kesibukan itu juga bakal meluaskan pengetahuan kau berkaitan dengan cagar budaya secara lebih menyeluruh. Setelah ikut, jangan lupa ajak teman kita untuk turut juga. Semakin banyak yang ikut serta melestarikan situs cagar adat istiadat, makin bagus bukan?

Sekian info berkaitan dengan Bagaimanakah Usaha Untuk Mengontrol Kelestarian Bangunan Cagar Budaya?, semoga postingan kali ini bermanfaat untuk kawan-kawan semua. Tolong postingan ini dibagikan agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *